Kepala BGN Diganti, Istana Pastikan Program MBG Tidak Terganggu
Selasa, 02 Juni 2026 - 22:48 WIB
loading...
Mensesneg Prasetyo Hadi (tengah) saat mengumumkan pencopotan Kepala BGN Dadan Hindayana, Selasa (2/6/2026) malam. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dari Dadan Hindayana ke Nanik S Deyang dipastikan tidak akan mengganggu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu ditegaskan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
"Pemerintah sekali lagi menegaskan pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan Badan Gizi Nasional," tegas Prasetyo kepada awak media di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
Pemerintah berharap pergantian kepemimpinan di BGN menjadi momentum untuk semakin memperkuat kualitas pelayanan Program MBG. Prasetyo menilai program tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan sekaligus pembangunan sumber daya manusia.
"Semoga langkah ini menjadi awal yang baik bagi penguatan pelayanan makan bergizi gratis agar dapat berjalan dengan sebaik baiknya sebagai bagian dari investasi pendidikan dan sumber daya manusia kita dan sekaligus sebagai pengejawantahan manifesto untuk kemanusiaan, pengejawantahan manifesto keberpihakan," ujarnya.
Pemerintah berharap program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima program. Tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui keterlibatan berbagai sektor dalam rantai pasok penyediaan makanan bergizi. "Dan tentunya kita berharap program ini dapat menjadi alat penggerak ekonomi nasional," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dadan Hindayana dicopot dari jabatan Kepala BGN. Pencopotan diumumkan Mensesneg Prasetyo Hadi, Selasa (2/6/2026) malam.
"Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Yang pertama adalah saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ungkap Prasetyo saat konferensi pers.
Prabowo juga mencopot dua Wakil Kepala BGN yakni Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. "Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun pondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.
Prasetyo mengatakan, keputusan dari pemerintah yang sudah diambil oleh Presiden Prabowo ini didasarkan sejumlah proses evaluasi. "Kita ketahui bersama bahwa Badan Gizi Nasional memiliki peran yang sangat strategis di dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat."
Presiden juga langsung mengangkat pimpinan baru BGN. "Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, kemudian saudari Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," ujar Prasetyo.
Kepada tiga pimpinan BGN yang baru, Prasetyo berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dan tentu saja juga memperkuat koordinasi bersama dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, serta memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya.
"Pemerintah sekali lagi menegaskan pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan Badan Gizi Nasional," tegas Prasetyo kepada awak media di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
Pemerintah berharap pergantian kepemimpinan di BGN menjadi momentum untuk semakin memperkuat kualitas pelayanan Program MBG. Prasetyo menilai program tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan sekaligus pembangunan sumber daya manusia.
"Semoga langkah ini menjadi awal yang baik bagi penguatan pelayanan makan bergizi gratis agar dapat berjalan dengan sebaik baiknya sebagai bagian dari investasi pendidikan dan sumber daya manusia kita dan sekaligus sebagai pengejawantahan manifesto untuk kemanusiaan, pengejawantahan manifesto keberpihakan," ujarnya.
Pemerintah berharap program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima program. Tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui keterlibatan berbagai sektor dalam rantai pasok penyediaan makanan bergizi. "Dan tentunya kita berharap program ini dapat menjadi alat penggerak ekonomi nasional," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dadan Hindayana dicopot dari jabatan Kepala BGN. Pencopotan diumumkan Mensesneg Prasetyo Hadi, Selasa (2/6/2026) malam.
"Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Yang pertama adalah saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ungkap Prasetyo saat konferensi pers.
Prabowo juga mencopot dua Wakil Kepala BGN yakni Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. "Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun pondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.
Prasetyo mengatakan, keputusan dari pemerintah yang sudah diambil oleh Presiden Prabowo ini didasarkan sejumlah proses evaluasi. "Kita ketahui bersama bahwa Badan Gizi Nasional memiliki peran yang sangat strategis di dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat."
Presiden juga langsung mengangkat pimpinan baru BGN. "Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, kemudian saudari Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, dan saudara Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," ujar Prasetyo.
Kepada tiga pimpinan BGN yang baru, Prasetyo berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dan tentu saja juga memperkuat koordinasi bersama dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, serta memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya.
(zik)
Lihat Juga :