Cerita Ray Rangkuti Negosiasi dengan Marinir sebelum Menduduki Gedung DPR pada Mei 1998
Selasa, 02 Juni 2026 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
"Jam 10 teng kami masuk pintu DPR melalui pintu Gatot Subroto, karena sebelumnya kami masuk melalui pintu belakang, Patal, diadang oleh Marinir. Saat itu yang jaga DPR kan sudah Marinir, tidak diperbolehkan masuk," kata Ray.
Kata Ray, dirinya kemudian berkomunikasi dengan yang menjaga Gedung DPR agar massa yang dia bawa jangan dihalangi masuk DPR. Setelah aparat yang menjaga Gedung DPR itu berkomunikasi dengan atasannya, Ray dan rombongan diperbolehkan masuk melalui pintu depan. "Masuklah kita dengan selawatan yang sangat populer itu," kenang Ray.
Menurut Ray, mereka masuk dengan tertib. Bus atau mobil yang mengangkut tidak boleh masuk. "Nah, di situlah boleh disebut Gedung DPR resmi diduduki mahasiswa," ujar pria yang bernama asli Ahmad Fauzi tersebut.
Kata Ray, dirinya kemudian berkomunikasi dengan yang menjaga Gedung DPR agar massa yang dia bawa jangan dihalangi masuk DPR. Setelah aparat yang menjaga Gedung DPR itu berkomunikasi dengan atasannya, Ray dan rombongan diperbolehkan masuk melalui pintu depan. "Masuklah kita dengan selawatan yang sangat populer itu," kenang Ray.
Menurut Ray, mereka masuk dengan tertib. Bus atau mobil yang mengangkut tidak boleh masuk. "Nah, di situlah boleh disebut Gedung DPR resmi diduduki mahasiswa," ujar pria yang bernama asli Ahmad Fauzi tersebut.
(zik)
Lihat Juga :