Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Dorong Kader Rebut Ruang Strategis Bangsa
Kamis, 21 Mei 2026 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemuda Muhammadiyah harus berani keluar dari zona nyaman organisasi dan masuk ke arena perubahan sosial yang nyata.
"Kalau anak muda hanya jadi penonton perubahan, kita akan tertinggal. Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kekuatan yang membaca zaman sekaligus mempengaruhi arah peradaban. Mengakar ke bawah supaya paham realitas rakyat, dan bertumbuh ke depan supaya mampu memimpin Indonesia. Itu spirit Tanwir kali ini.”
Pada momentum pembukaan Tanwir II ini, PP Pemuda Muhammadiyah juga meluncurkan buku Negarawan Muda Indonesia karya Dzulfikar Ahmad Tawalla. Buku tersebut lahir dari kegelisahan atas semakin jauhnya politik dari etika pengabdian serta minimnya ruang kaderisasi kepemimpinan yang berpihak pada rakyat dan gagasan kebangsaan.
Dalam pengantarnya, Fikar menilai bahwa generasi muda hari ini membutuhkan lebih banyak teladan keberanian moral dibanding sekadar popularitas politik. Negarawan Muda Indonesia ditulis sebagai refleksi sekaligus ajakan agar anak muda tidak alergi terhadap politik, tetapi justru hadir membawa integritas, gagasan, dan keberpihakan sosial di tengah krisis keteladanan publik.
Sebagai organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dakwah persyarikatan di berbagai lini kehidupan, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, kebudayaan, hingga kebangsaan.
Dia menegaskan, melalui Tanwir II ini Pemuda Muhammadiyah ingin memastikan bahwa gerakan dakwah Islam berkemajuan tetap relevan dengan tantangan zaman sekaligus membumi di tengah kebutuhan masyarakat.
"Kalau anak muda hanya jadi penonton perubahan, kita akan tertinggal. Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kekuatan yang membaca zaman sekaligus mempengaruhi arah peradaban. Mengakar ke bawah supaya paham realitas rakyat, dan bertumbuh ke depan supaya mampu memimpin Indonesia. Itu spirit Tanwir kali ini.”
Pada momentum pembukaan Tanwir II ini, PP Pemuda Muhammadiyah juga meluncurkan buku Negarawan Muda Indonesia karya Dzulfikar Ahmad Tawalla. Buku tersebut lahir dari kegelisahan atas semakin jauhnya politik dari etika pengabdian serta minimnya ruang kaderisasi kepemimpinan yang berpihak pada rakyat dan gagasan kebangsaan.
Dalam pengantarnya, Fikar menilai bahwa generasi muda hari ini membutuhkan lebih banyak teladan keberanian moral dibanding sekadar popularitas politik. Negarawan Muda Indonesia ditulis sebagai refleksi sekaligus ajakan agar anak muda tidak alergi terhadap politik, tetapi justru hadir membawa integritas, gagasan, dan keberpihakan sosial di tengah krisis keteladanan publik.
Sebagai organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dakwah persyarikatan di berbagai lini kehidupan, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, kebudayaan, hingga kebangsaan.
Dia menegaskan, melalui Tanwir II ini Pemuda Muhammadiyah ingin memastikan bahwa gerakan dakwah Islam berkemajuan tetap relevan dengan tantangan zaman sekaligus membumi di tengah kebutuhan masyarakat.
(shf)
Lihat Juga :