Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial
Rabu, 20 Mei 2026 - 20:09 WIB
loading...
A
A
A
Joko Adi Wibowo, sebagai perwakilan perusahan penyedia infrastruktur digital menyebut arti penting pesantren untuk memastikan moralitas tetap terjaga di tengah perkembangan teknologi digital. Kondisi ini perlu ada entitas yang menjadi jangkar moral sosial bangsa ini, dan itulah peran pesantren.
Ia menambahkan kolaborasi antarpihak diperlukan untuk membangun arsitektur kemanusiaan digital yang sehat dan beretika bagi bangsa Indonesia. “Kita perlu melakukan kolaborasi dan sinergi agar membentuk arsitektur kemanusiaan digital yang proper bagi bangsa ini,” sebutnya.
Menurut Joko, pesantren memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem digital yang sehat, termasuk melalui penguatan akses internet aman dan layanan digital yang mendukung aktivitas pendidikan. Ia mencontohkan penggunaan learning management system untuk pelaksanaan ujian berbasis digital hingga sistem pemantauan kegiatan guru dan santri secara lebih tertata.
Oleh karena itu, ia menilai perlu ada langkah bersama dalam membangun kolaborasi, mulai dari peningkatan keterampilan digital, inkubasi talenta, hingga pengembangan solusi AI yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Ketua Panitia Seminar Nasional, Sofwan Yahya mengharapkan ke depan bisa dibangun kerjasama semua pihak bisa dijalin lebih kuat dan seminar kali ini bisa menjadi contoh baik kerja sama.
Dia menyebut kerja sama itu penting, karena perlu gerakan literasi AI dan digital bagi santri, wali santri, guru, dan masyarakat agar lebih terlindungi dari hoaks, perundungan, eksploitasi, serta kekerasan digital.
Ia menambahkan kolaborasi antarpihak diperlukan untuk membangun arsitektur kemanusiaan digital yang sehat dan beretika bagi bangsa Indonesia. “Kita perlu melakukan kolaborasi dan sinergi agar membentuk arsitektur kemanusiaan digital yang proper bagi bangsa ini,” sebutnya.
Menurut Joko, pesantren memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem digital yang sehat, termasuk melalui penguatan akses internet aman dan layanan digital yang mendukung aktivitas pendidikan. Ia mencontohkan penggunaan learning management system untuk pelaksanaan ujian berbasis digital hingga sistem pemantauan kegiatan guru dan santri secara lebih tertata.
Oleh karena itu, ia menilai perlu ada langkah bersama dalam membangun kolaborasi, mulai dari peningkatan keterampilan digital, inkubasi talenta, hingga pengembangan solusi AI yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Ketua Panitia Seminar Nasional, Sofwan Yahya mengharapkan ke depan bisa dibangun kerjasama semua pihak bisa dijalin lebih kuat dan seminar kali ini bisa menjadi contoh baik kerja sama.
Dia menyebut kerja sama itu penting, karena perlu gerakan literasi AI dan digital bagi santri, wali santri, guru, dan masyarakat agar lebih terlindungi dari hoaks, perundungan, eksploitasi, serta kekerasan digital.
(shf)
Lihat Juga :