Wakil Ketua Komisi XI Pertanyakan Alasan Gubernur BI Sebut Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil
Selasa, 19 Mei 2026 - 15:01 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi XI DPR Fraksi PDIP Dolfie Othniel Frederic Palit mempertanyakan Gubernur BI Perry Warjiyo yang menyebut Rupiah tetap stabil. Foto/SIndoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR Fraksi PDIP Dolfie Othniel Frederic Palit menginterupsi Gubernur BI Perry Warjiyo yang menyebut Rupiah stabil saat rapat Komisi XI DPR RI pada Senin, 18 Mei 2026.
“Interupsi, Ketua. Gini, Pak menerjemahkan stabilitas ini, Pak. Tadi kan Bapak bilang stabilitas bukan pada level tapi pada gejolaknya tadi 5,4%,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR Fraksi PDIP Dolfie.
“Nah, menetapkan bahwa dalam rentang 5,4% itu stabil, apa landasannya?” lanjutnya.
Baca juga: Rupiah Jeblok Tembus Rp17.600 per Dolar AS, DPR Desak Gubernur BI Mundur
Dalam data yang disajikan oleh Gubernur BI, nilai tukar Rupiah selalu berada di bawah nilai fundamental ekonomi yang pas. Hal tersebut lebih lanjut dikritisi oleh Dolfie
"Kalau kita lihat Pak, riwayatnya dari 2014 sampai 2025, Rupiah tidak pernah berada dalam situasi fundamental ekonomi Rupiah yang pas" ungkapnya
"Saya tidak tahu apakah memang BI sengaja menciptakan undervalue atau overvalued, atau tidak. karena kalau kita lihat datanya tidak pernah Pak (menyentuh fundamental ekonomi Rupiah yang pas), kecuali 2019 dan 2022." tuturnya
Lihat video: DPR Semprot Gubernur BI usai Rupiah Anjlok ke Rp17.600
Dolfie menekankan, BI justru baru bisa memastikan nilai tukar Rupiah dalam nilai funamental yang pas hanya ketika ekonomi tidak bergerak
"2022 ketika Covid, saat ekonomi tidak bergerak baru BI bisa memanage Rupiah sesuai dengan nilai fundamental ekonominya. Tapi ketika ekonomi bergerak, BI tidak bisa membuat nilai Rupiah sesuai dengan nilai fundamental ekonominya"
Dolfie juga mempertanyakan apa saja yang sudah dilakukan oleh BI untuk membuat nilai rupiah bisa ada di titik fundamentalnya. "Dari pembelajaran 2025 ketika nilai tukar Rupiah tidak sesuai dengan nilai fundamentalnya, apa saja yang sudah dilakukan BI? berapa biaya yang dibutuhkan agar Rupiah bisa berada di nilai fundamentalnya? dan kenapa hal tersebut tidak bisa terjadi? saya rasa itu yang perlu untuk dipaparkan saat ini," katanya.
“Interupsi, Ketua. Gini, Pak menerjemahkan stabilitas ini, Pak. Tadi kan Bapak bilang stabilitas bukan pada level tapi pada gejolaknya tadi 5,4%,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR Fraksi PDIP Dolfie.
“Nah, menetapkan bahwa dalam rentang 5,4% itu stabil, apa landasannya?” lanjutnya.
Baca juga: Rupiah Jeblok Tembus Rp17.600 per Dolar AS, DPR Desak Gubernur BI Mundur
Dalam data yang disajikan oleh Gubernur BI, nilai tukar Rupiah selalu berada di bawah nilai fundamental ekonomi yang pas. Hal tersebut lebih lanjut dikritisi oleh Dolfie
"Kalau kita lihat Pak, riwayatnya dari 2014 sampai 2025, Rupiah tidak pernah berada dalam situasi fundamental ekonomi Rupiah yang pas" ungkapnya
"Saya tidak tahu apakah memang BI sengaja menciptakan undervalue atau overvalued, atau tidak. karena kalau kita lihat datanya tidak pernah Pak (menyentuh fundamental ekonomi Rupiah yang pas), kecuali 2019 dan 2022." tuturnya
Lihat video: DPR Semprot Gubernur BI usai Rupiah Anjlok ke Rp17.600
Dolfie menekankan, BI justru baru bisa memastikan nilai tukar Rupiah dalam nilai funamental yang pas hanya ketika ekonomi tidak bergerak
"2022 ketika Covid, saat ekonomi tidak bergerak baru BI bisa memanage Rupiah sesuai dengan nilai fundamental ekonominya. Tapi ketika ekonomi bergerak, BI tidak bisa membuat nilai Rupiah sesuai dengan nilai fundamental ekonominya"
Dolfie juga mempertanyakan apa saja yang sudah dilakukan oleh BI untuk membuat nilai rupiah bisa ada di titik fundamentalnya. "Dari pembelajaran 2025 ketika nilai tukar Rupiah tidak sesuai dengan nilai fundamentalnya, apa saja yang sudah dilakukan BI? berapa biaya yang dibutuhkan agar Rupiah bisa berada di nilai fundamentalnya? dan kenapa hal tersebut tidak bisa terjadi? saya rasa itu yang perlu untuk dipaparkan saat ini," katanya.
(cip)
Lihat Juga :