Qodari: Penerima Program MBG Capai 61,9 Juta Orang
Rabu, 13 Mei 2026 - 12:29 WIB
loading...
Kepala Badan Ko0munikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) per 12 Mei 2026 telah menjangkau 61,9 juta penerima manfaat. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 61,9 juta penerima manfaat. Jumlah tersebut berdasarkan data pada tanggal 12 Mei 2026. Hal itu disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari dalam konferensi pers update PHTC di Jakarta Pusat, Selasa (13/5/2026).
“Jumlah penerima manfaat yang terdata mencapai 61.991.412 orang atau 74,8% dari total target 82,9 juta penerima,” kata Qodari.
Baca juga: Prabowo Tak Paksa Anak Orang Kaya yang Tidak Butuh MBG
Dia menyebutkan, jumlah dapur MBG alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mencapai 28.390. "Dengan 15.735 SPPG atau 55,42 persen di antaranya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS," ujarnya.
Qodari menegaskan MBG merupakan program prioritas nasional yang dijalankan dalam skala besar dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Karena itu, penguatan tata kelola menjadi kunci agar program berjalan aman, konsisten, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.
Baca juga: Minyak Jelantah Buangan Dapur MBG Bakal Diolah Pertamina, Capai 6 Juta Liter di Pulau Jawa
Pemerintah, lanjut dia, terus melakukan penyempurnaan program ini mulai perencanaan menu hingga pengawasan distribusi makanan.
“Penguatan dilakukan dari hulu ke hilir, mulai perencanaan dan standar menu, seleksi dan pengawasan mitra SPPG, SOP higienitas dan distribusi, mekanisme pelaporan dan penanganan insiden,” jelasnya.
“Jumlah penerima manfaat yang terdata mencapai 61.991.412 orang atau 74,8% dari total target 82,9 juta penerima,” kata Qodari.
Baca juga: Prabowo Tak Paksa Anak Orang Kaya yang Tidak Butuh MBG
Dia menyebutkan, jumlah dapur MBG alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mencapai 28.390. "Dengan 15.735 SPPG atau 55,42 persen di antaranya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS," ujarnya.
Qodari menegaskan MBG merupakan program prioritas nasional yang dijalankan dalam skala besar dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Karena itu, penguatan tata kelola menjadi kunci agar program berjalan aman, konsisten, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.
Baca juga: Minyak Jelantah Buangan Dapur MBG Bakal Diolah Pertamina, Capai 6 Juta Liter di Pulau Jawa
Pemerintah, lanjut dia, terus melakukan penyempurnaan program ini mulai perencanaan menu hingga pengawasan distribusi makanan.
“Penguatan dilakukan dari hulu ke hilir, mulai perencanaan dan standar menu, seleksi dan pengawasan mitra SPPG, SOP higienitas dan distribusi, mekanisme pelaporan dan penanganan insiden,” jelasnya.
(shf)
Lihat Juga :