Ade Armando Siap Bertemu JK dan Minta Maaf, Aliansi Ormas Islam: Proses Hukum Tetap Lanjut
Kamis, 07 Mei 2026 - 23:28 WIB
loading...
Ade Armando dan Jusuf Kalla (JK). Foto: Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 40 organisasi Islam yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam menyatakan bahwa proses hukum tetap berjalan meskipun Ade Armando telah bertemu Mantan Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) nantinya serta meminta maaf pada umat muslim. Juru Bicara Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama Syaefullah Hamid menegaskan, pihaknya tak akan mencabut laporan meskipun Ade telah meminta maaf ke umat Islam dan bertemu JK.
Apalagi, kata dia, pihaknya melayangkan delik laporan terhadap Ade Armando ke polisi. "Ini bukan delik aduan yang kita laporkan adalah delik umum, sehingga perkaranya tetap harus berproses. Proses pemeriksaan, penyelidikan, dan penyidikanlah yang akan menentukan perkara ini nasibnya seperti apa," ujar Syaefullah saat jumpa pers di Kantor DPP Al Irsyad, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).
Syaefullah pun meyakini, laporannya memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan. "Sehingga, secara hukum, ini tidak, bagi kami, ini tidak bisa dihentikan. Itu jawaban kami, jawaban dari kami," terangnya.
![Ade Armando Siap Bertemu JK dan Minta Maaf, Aliansi Ormas Islam: Proses Hukum Tetap Lanjut]()
Baca juga: Aliansi Ormas Islam Minta Ade Armando hingga Grace Natalie Dipecat dari Kursi Komisaris BUMN
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MN KAHMI, Syamsul Qomar, menilai pernyataan Ade yang siap bertemu JK dan meminta maaf ke umat muslim sebagai upaya untuk selamatkan PSI. Menurutnya, permintaan maaf yang dilayangkan Ade tak akan didasari dengan rasa ikhlas bila dilakukan.
"Rasanya itu hanya untuk menyelamatkan partainya saja. Jadi, dia tidak ikhlas rasanya. Tidak didahului dengan pengakuan kesalahan, bahwa dia sudah salah mempresentasikan ceramah Pak JK," ucap Syamsul.
"Sehingga, kalaupun dia minta maaf dengan tidak didasari keikhlasan dan tidak didasari dengan pengakuan kesalahan, itu saya kira bukan permintaan maaf. Sehingga kita akan terus melakukan proses hukum terhadap Ade Armando," pungkasnya.
Sebelumnya, pegiat media sosial Ade Armando, mengaku siap bertemu JK buntut pelaporan dirinya dalam kasus dugaan penghasutan dan ujaran kebencian. Namun, ia menegaskan tak ada niat dan tujuan pernyataannya untuk melukai JK maupun umat Islam dan Kristen.
"Kalau saya dipertemukan dengan Pak JK saya juga mau ya. Atau saya harus minta maaf sama masyarakat umat Islam misalnya atau umat Kristen, saya bersedia," kata Ade dalam jumpa pers di kantor DPP PSI, Selasa (5/5/2026).
Apalagi, kata dia, pihaknya melayangkan delik laporan terhadap Ade Armando ke polisi. "Ini bukan delik aduan yang kita laporkan adalah delik umum, sehingga perkaranya tetap harus berproses. Proses pemeriksaan, penyelidikan, dan penyidikanlah yang akan menentukan perkara ini nasibnya seperti apa," ujar Syaefullah saat jumpa pers di Kantor DPP Al Irsyad, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).
Syaefullah pun meyakini, laporannya memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan. "Sehingga, secara hukum, ini tidak, bagi kami, ini tidak bisa dihentikan. Itu jawaban kami, jawaban dari kami," terangnya.

Baca juga: Aliansi Ormas Islam Minta Ade Armando hingga Grace Natalie Dipecat dari Kursi Komisaris BUMN
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MN KAHMI, Syamsul Qomar, menilai pernyataan Ade yang siap bertemu JK dan meminta maaf ke umat muslim sebagai upaya untuk selamatkan PSI. Menurutnya, permintaan maaf yang dilayangkan Ade tak akan didasari dengan rasa ikhlas bila dilakukan.
"Rasanya itu hanya untuk menyelamatkan partainya saja. Jadi, dia tidak ikhlas rasanya. Tidak didahului dengan pengakuan kesalahan, bahwa dia sudah salah mempresentasikan ceramah Pak JK," ucap Syamsul.
"Sehingga, kalaupun dia minta maaf dengan tidak didasari keikhlasan dan tidak didasari dengan pengakuan kesalahan, itu saya kira bukan permintaan maaf. Sehingga kita akan terus melakukan proses hukum terhadap Ade Armando," pungkasnya.
Sebelumnya, pegiat media sosial Ade Armando, mengaku siap bertemu JK buntut pelaporan dirinya dalam kasus dugaan penghasutan dan ujaran kebencian. Namun, ia menegaskan tak ada niat dan tujuan pernyataannya untuk melukai JK maupun umat Islam dan Kristen.
"Kalau saya dipertemukan dengan Pak JK saya juga mau ya. Atau saya harus minta maaf sama masyarakat umat Islam misalnya atau umat Kristen, saya bersedia," kata Ade dalam jumpa pers di kantor DPP PSI, Selasa (5/5/2026).
(rca)
Lihat Juga :