Lumpuhkan 10 OPM dan Rebut 56 Markas, Satgas Marinir Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari KSAL
Rabu, 06 Mei 2026 - 15:28 WIB
loading...
A
A
A
Dalam rangkaian beberapa operasi tersebut, prajurit Marinir juga berhasil melumpuhkan 10 anggota kelompok separatis bersenjata, serta mengamankan 4 pucuk senjata api, 13 pucuk senapan, amonisi, 146 senjata tradisional, 11 uUnit HP, 2 unit HT, 2 buku agenda organisasi OPM, 24 buah power sytem, aksesoris Bintang Kejora dan perlengkapan logistik lainnya.
Lihat video: Pasmar II Korps Marinir AL Gelar Pembinaan Siap Tempur
“Keberhasilan ini menunjukkan kapabilitas tempur tinggi serta efektivitas operasi yang dilaksanakan oleh Korps Marinir dalam menghadapi medan operasi yang kompleks dan berisiko tinggi,” kata Panglima Korps Marinir, Endi Supardi, Rabu (6/5/2026) .
Selain keberhasilan operasi tempur, Satgas Gobang IV juga menonjol dalam pendekatan teritorial yang humanis. Berbagai kegiatan sosial dilakukan secara konsisten, seperti pelayanan kesehatan gratis, jumat berkah, makan bersama pembangunan fasilitas ibadah, hingga pemasangan lampu tenaga surya di wilayah terpencil.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat serta memperkuat kehadiran negara di daerah rawan konflik. Hal ini terbukti dengan dianugerahinya Komandan Satgas dengan gelar "Apan Mana (Kepala Ular/Panglima Perang)" oleh para Kepala Adat Aifat Raya.
“Capaian tersebut merupakan wujud nyata profesionalisme prajurit yang mampu mengombinasikan kekuatan militer dan pendekatan sosial secara seimbang,” paparnya.
Lihat video: Pasmar II Korps Marinir AL Gelar Pembinaan Siap Tempur
“Keberhasilan ini menunjukkan kapabilitas tempur tinggi serta efektivitas operasi yang dilaksanakan oleh Korps Marinir dalam menghadapi medan operasi yang kompleks dan berisiko tinggi,” kata Panglima Korps Marinir, Endi Supardi, Rabu (6/5/2026) .
Selain keberhasilan operasi tempur, Satgas Gobang IV juga menonjol dalam pendekatan teritorial yang humanis. Berbagai kegiatan sosial dilakukan secara konsisten, seperti pelayanan kesehatan gratis, jumat berkah, makan bersama pembangunan fasilitas ibadah, hingga pemasangan lampu tenaga surya di wilayah terpencil.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat serta memperkuat kehadiran negara di daerah rawan konflik. Hal ini terbukti dengan dianugerahinya Komandan Satgas dengan gelar "Apan Mana (Kepala Ular/Panglima Perang)" oleh para Kepala Adat Aifat Raya.
“Capaian tersebut merupakan wujud nyata profesionalisme prajurit yang mampu mengombinasikan kekuatan militer dan pendekatan sosial secara seimbang,” paparnya.
Lihat Juga :