Hari Buruh, Nurul Arifin Dorong Transformasi Pekerja Indonesia Hadapi Era AI dan Digitalisasi
Jum'at, 01 Mei 2026 - 14:17 WIB
loading...
A
A
A
Nurul menilai, solusi paling mendesak adalah transformasi keterampilan tenaga kerja secara masif. Program pelatihan harus diarahkan pada kemampuan yang relevan dengan era AI, seperti literasi digital, analisis data dasar, keamanan siber, komunikasi berbasis teknologi, serta kolaborasi manusia-mesin.
"Buruh masa depan bukan hanya mereka yang kuat secara fisik, tetapi juga mereka yang mampu membaca teknologi, mengoperasikan sistem digital, dan menciptakan nilai tambah yang tidak bisa digantikan mesin," ujarnya.
Nurul mendorong kemitraan erat antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan serikat pekerja untuk membangun ekosistem pembelajaran ulang atau reskilling yang berkelanjutan.
Dalam konteks Hari Buruh, Nurul mengajak semua pihak untuk memperluas definisi perjuangan pekerja. Jika dulu fokus utama adalah hak dasar dan kesejahteraan, kini perjuangan juga mencakup akses terhadap teknologi, kesempatan belajar ulang, dan perlindungan di ruang kerja digital.
Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar itu menilai, buruh Indonesia memiliki peluang besar di era AI jika mampu bergerak dari sekadar pengguna menjadi pengelola teknologi. Sektor ekonomi kreatif, layanan digital, manufaktur cerdas, dan industri berbasis data disebut sebagai ruang baru yang bisa menyerap tenaga kerja dengan nilai tambah lebih tinggi.
"Buruh masa depan bukan hanya mereka yang kuat secara fisik, tetapi juga mereka yang mampu membaca teknologi, mengoperasikan sistem digital, dan menciptakan nilai tambah yang tidak bisa digantikan mesin," ujarnya.
Nurul mendorong kemitraan erat antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan serikat pekerja untuk membangun ekosistem pembelajaran ulang atau reskilling yang berkelanjutan.
Dalam konteks Hari Buruh, Nurul mengajak semua pihak untuk memperluas definisi perjuangan pekerja. Jika dulu fokus utama adalah hak dasar dan kesejahteraan, kini perjuangan juga mencakup akses terhadap teknologi, kesempatan belajar ulang, dan perlindungan di ruang kerja digital.
Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar itu menilai, buruh Indonesia memiliki peluang besar di era AI jika mampu bergerak dari sekadar pengguna menjadi pengelola teknologi. Sektor ekonomi kreatif, layanan digital, manufaktur cerdas, dan industri berbasis data disebut sebagai ruang baru yang bisa menyerap tenaga kerja dengan nilai tambah lebih tinggi.
Lihat Juga :