Kunci Komunikasi Publik Ada pada Kemasan Kreatif
Rabu, 29 April 2026 - 18:48 WIB
loading...
Angki Kusumadewi dari Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Foto: istimewa
A
A
A
BANDUNG - Transformasi digital telah mengubah secara fundamental cara masyarakat mengonsumsi informasi, menuntut humas pemerintah untuk tidak lagi sekadar menyampaikan pesan, tetapi mampu mengemasnya secara kreatif, sederhana, dan relevan. Hal ini ditegaskan oleh perwakilan Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Angki Kusumadewi dalam kegiatan Aksi Bakohumas Masterclass Pengelolaan Konten: Seni Mengemas Pesan Publik menjadi Konten Kreatif yang diselenggarakan di Bandung pada Senin (27/4/2026).
Dalam sambutannya, Angki menegaskan bahwa kegiatan bimbingan teknis ini merupakan bagian dari kontribusi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) dalam meningkatkan kapasitas humas pemerintah di seluruh Indonesia, baik di kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah. “Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk mengakomodasi kebutuhan peningkatan kapasitas humas di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat cepat. Humas masa kini dituntut mampu mengolah data menjadi pesan publik yang lebih kreatif, sederhana, relevan, dan mudah dipahami,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perubahan perilaku audiens, khususnya di era digital, menuntut pendekatan komunikasi yang berbeda. Masyarakat kini cenderung mengonsumsi informasi secara cepat, melakukan scanning, serta lebih menyukai konten audiovisual dibandingkan teks panjang.
Dalam konteks ini, humas tidak cukup hanya mengandalkan validitas data, tetapi juga harus mampu memastikan pesan tersebut menarik perhatian dan membangun keterlibatan publik. “Intinya bagaimana humas bisa kreatif di tengah terpaan konten digital yang begitu masif, sehingga informasi yang disampaikan tidak hanya sampai, tetapi juga bisa diterima dan dipahami oleh masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: Pemerintah Kaji Perusahaan Ikut Tanggung 30% Uang Saku Peserta Magang
Kegiatan yang diikuti oleh insan humas dari berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah ini berlangsung secara luring dan daring, sekaligus menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kompetensi komunikasi publik di tengah tantangan disrupsi digital yang semakin kompleks.
Kegiatan ini menekankan bahwa tujuan utama komunikasi publik tetap sama, yaitu memastikan pesan tersampaikan secara efektif, terlepas dari bentuk medianya. Namun, dalam konteks digital saat ini, keberhasilan tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan humas dalam menggabungkan validitas data dengan kreativitas penyajian.
Melalui Aksi Bakohumas, pemerintah mendorong transformasi peran humas sebagai jembatan strategis antara negara dan masyarakat, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kreator pesan publik yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan komunikasi di era digital. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta, sekaligus memperkuat kualitas komunikasi publik pemerintah agar lebih efektif, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Angki menegaskan bahwa kegiatan bimbingan teknis ini merupakan bagian dari kontribusi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) dalam meningkatkan kapasitas humas pemerintah di seluruh Indonesia, baik di kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah. “Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk mengakomodasi kebutuhan peningkatan kapasitas humas di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat cepat. Humas masa kini dituntut mampu mengolah data menjadi pesan publik yang lebih kreatif, sederhana, relevan, dan mudah dipahami,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perubahan perilaku audiens, khususnya di era digital, menuntut pendekatan komunikasi yang berbeda. Masyarakat kini cenderung mengonsumsi informasi secara cepat, melakukan scanning, serta lebih menyukai konten audiovisual dibandingkan teks panjang.
Dalam konteks ini, humas tidak cukup hanya mengandalkan validitas data, tetapi juga harus mampu memastikan pesan tersebut menarik perhatian dan membangun keterlibatan publik. “Intinya bagaimana humas bisa kreatif di tengah terpaan konten digital yang begitu masif, sehingga informasi yang disampaikan tidak hanya sampai, tetapi juga bisa diterima dan dipahami oleh masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: Pemerintah Kaji Perusahaan Ikut Tanggung 30% Uang Saku Peserta Magang
Kegiatan yang diikuti oleh insan humas dari berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah ini berlangsung secara luring dan daring, sekaligus menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kompetensi komunikasi publik di tengah tantangan disrupsi digital yang semakin kompleks.
Kegiatan ini menekankan bahwa tujuan utama komunikasi publik tetap sama, yaitu memastikan pesan tersampaikan secara efektif, terlepas dari bentuk medianya. Namun, dalam konteks digital saat ini, keberhasilan tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan humas dalam menggabungkan validitas data dengan kreativitas penyajian.
Melalui Aksi Bakohumas, pemerintah mendorong transformasi peran humas sebagai jembatan strategis antara negara dan masyarakat, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kreator pesan publik yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan komunikasi di era digital. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta, sekaligus memperkuat kualitas komunikasi publik pemerintah agar lebih efektif, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
(rca)
Lihat Juga :