Pemerintah Bakal Benahi 1.800 Titik Perlintasan Kereta Warisan Belanda, Anggaran Rp4 Triliun Disiapkan
Selasa, 28 April 2026 - 11:32 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto usai menjenguk para korban kecelakaan kereta di di RSUD Kota Bekasi. Foto: YouTube Setpres
A
A
A
BEKASI - Pemerintah berjanji akan memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api sebidang di Pulau Jawa yang belum tersentuh perbaikan sejak zaman kolonial Belanda. Kepastian itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto usai menjenguk para korban kecelakaan kereta di di RSUD Kota Bekasi.
Adapun seribuan perlintasan itu akan diperbaiki agar kecelakaan kereta seperti di Bekasi Timur tidak terulang. “Di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini, saya kira dari zaman Belanda, sudah berapa puluh tahun,” kata Prabowo di lokasi, Selasa (28/4/2026).
“Sekarang sudahlah, kita selesaikan semua itu. Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut ya, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover,” sambung dia.
Baca juga: Taksi Green SM Diduga Jadi Pemicu Tabrakan Maut Kereta di Bekasi Timur
Pemerintah bakal menyiapkan dana Rp4 triliun untuk proyek perbaikan perlintasan kereta api di Jawa. “Ya nanti pelaksanaaannya kita tunjuk, kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T ya, Rp4 triliun demi keselamatan,” ujar dia.
Diketahui, Kereta Api (KA) 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL TM 5568A (PLB 5568a) yang berhenti di peron 2 Stasiun Bekasi Timur (BKST). Tragedi itu berpangkal dari 35 menit sebelumnya di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera.
Sebuah taksi listrik Green SM mogok di tengah rel dan tertemper KRL CRRC Jakarta–Cikarang (PLB 5181), sehingga KRL PLB 5568a di belakangnya tertahan tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat KRL PLB 5181 yang tertemper taksi listrik.
Dalam waktu singkat (domino effect), tiga rangkaian kereta terlibat insiden beruntun. Dalam laporan akun TMC Polda Metro yang dilihat Selasa (28/4/2026), dilaporkan kecelakaan terjadi Senin pukul 20.50 WIB.
Taksi itu berhenti di tengah-tengah lintasan kereta. Sebelumnya, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menjelaskan bahwa insiden bermula dari kecelakaan yang terjadi di perlintasan rel di kawasan Bulak Kapal.
Peristiwa tersebut melibatkan sebuah taksi yang tertabrak KRL di jalur perlintasan (JPL), sehingga menyebabkan perjalanan KRL terganggu dan kereta terpaksa berhenti.
“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya berhenti,” kata Franoto saat dihubungi wartawan.
Akibat KRL yang berhenti di jalur tersebut, rangkaian kereta lain yang berada di belakangnya, yakni KA Argo Bromo Anggrek, tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.
“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ujar dia.
Adapun seribuan perlintasan itu akan diperbaiki agar kecelakaan kereta seperti di Bekasi Timur tidak terulang. “Di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini, saya kira dari zaman Belanda, sudah berapa puluh tahun,” kata Prabowo di lokasi, Selasa (28/4/2026).
“Sekarang sudahlah, kita selesaikan semua itu. Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut ya, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover,” sambung dia.
Baca juga: Taksi Green SM Diduga Jadi Pemicu Tabrakan Maut Kereta di Bekasi Timur
Pemerintah bakal menyiapkan dana Rp4 triliun untuk proyek perbaikan perlintasan kereta api di Jawa. “Ya nanti pelaksanaaannya kita tunjuk, kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T ya, Rp4 triliun demi keselamatan,” ujar dia.
Diketahui, Kereta Api (KA) 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL TM 5568A (PLB 5568a) yang berhenti di peron 2 Stasiun Bekasi Timur (BKST). Tragedi itu berpangkal dari 35 menit sebelumnya di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera.
Sebuah taksi listrik Green SM mogok di tengah rel dan tertemper KRL CRRC Jakarta–Cikarang (PLB 5181), sehingga KRL PLB 5568a di belakangnya tertahan tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat KRL PLB 5181 yang tertemper taksi listrik.
Dalam waktu singkat (domino effect), tiga rangkaian kereta terlibat insiden beruntun. Dalam laporan akun TMC Polda Metro yang dilihat Selasa (28/4/2026), dilaporkan kecelakaan terjadi Senin pukul 20.50 WIB.
Taksi itu berhenti di tengah-tengah lintasan kereta. Sebelumnya, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menjelaskan bahwa insiden bermula dari kecelakaan yang terjadi di perlintasan rel di kawasan Bulak Kapal.
Peristiwa tersebut melibatkan sebuah taksi yang tertabrak KRL di jalur perlintasan (JPL), sehingga menyebabkan perjalanan KRL terganggu dan kereta terpaksa berhenti.
“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya berhenti,” kata Franoto saat dihubungi wartawan.
Akibat KRL yang berhenti di jalur tersebut, rangkaian kereta lain yang berada di belakangnya, yakni KA Argo Bromo Anggrek, tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.
“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ujar dia.
(rca)
Lihat Juga :