Track Record Taksi Green SM yang Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Kereta Bekasi Disorot Sahroni: Memang Sering Ugal-Ugalan!
Selasa, 28 April 2026 - 11:28 WIB
loading...
A
A
A
“Karena perlu dicatat, negara kita sangat terbuka untuk investasi dari luar atau pebisnis mau cari uang di sini. Tapi harus benar-benar baik barangnya dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Sedangkan ini, track record taksi listrik tersebut kalau kita lihat di media sosial memang sering ugal-ugalan dan meresahkan, sudah banyak laporannya dari masyarakat,” ungkap Sahroni.
Terakhir, Sahroni juga menyebut bahwa aksi ugal-ugalan armada Green SM ini juga sempat menyebabkan kecelakaan kereta api di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Desember 2025 lalu.
“Bahkan sebelumnya, taksi yang sama juga pernah ditabrak kereta di Sawah Besar karena diduga menerobos palang. Artinya, ada pola dan kelalaian sistemik yang harus dievaluasi, bahkan ya tadi, bisa saja dijatuhi sanksi,” pungkas Sahroni.
Sebelumnya, PT KAI kembali meng-update jumlah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 14 orang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. "Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan," demikian siaran pers yang disampaikan Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Peristiwa di wilayah Stasiun Bekasi Timur menghadirkan duka yang mendalam. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan, dan kepada korban luka yang saat ini tengah menjalani penanganan medis.
Terakhir, Sahroni juga menyebut bahwa aksi ugal-ugalan armada Green SM ini juga sempat menyebabkan kecelakaan kereta api di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Desember 2025 lalu.
“Bahkan sebelumnya, taksi yang sama juga pernah ditabrak kereta di Sawah Besar karena diduga menerobos palang. Artinya, ada pola dan kelalaian sistemik yang harus dievaluasi, bahkan ya tadi, bisa saja dijatuhi sanksi,” pungkas Sahroni.
Sebelumnya, PT KAI kembali meng-update jumlah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 14 orang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. "Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan," demikian siaran pers yang disampaikan Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Peristiwa di wilayah Stasiun Bekasi Timur menghadirkan duka yang mendalam. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan, dan kepada korban luka yang saat ini tengah menjalani penanganan medis.
Lihat Juga :