Beredar Kabar Bansos Dipotong, Mensos: Itu Hoaks dan Menyesatkan

Minggu, 26 April 2026 - 08:33 WIB
loading...
Beredar Kabar Bansos...
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta masyarakat lebih waspada terhadap maraknya narasi hoaks dan informasi menyesatkan terkait bantuan sosial (bansos). Foto/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta masyarakat lebih waspada terhadap maraknya narasi hoaks dan informasi menyesatkan terkait bantuan sosial (bansos). Ia menegaskan, bantuan sosial tidak dikurangi, baik dari sisi jumlah penerima maupun nominal bantuan yang menjadi hak masyarakat.

Gus Ipul mengatakan, belakangan muncul berbagai informasi keliru yang beredar di media sosial. Informasi tersebut antara lain menyebutkan adanya pemotongan bantuan sosial, pengalihan anggaran bansos ke program lain, hingga berbagai cara tidak resmi untuk mendapatkan bantuan.

Baca juga: Bantuan Pangan Mulai Disalurkan ke 33 Juta Penerima! Beras 10 Kg, Minyak Goreng 2 Liter

“Banyak berita hoax di medsos. Menyesatkan masyarakat. Bisa masuk katagori penipuan. Kemensos akan terus menyisirir dan meluruskan kabar tak bertanggung jawab tersebut. Salah satunya meneruskan ke aparat penegak hukum,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/4/2026).



Ia menegaskan, pemerintah tidak melakukan pengurangan bantuan sosial untuk dialihkan ke program lain. Menurutnya, bansos tetap disalurkan sesuai ketentuan kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Yang benar, bansos tidak akan dikurangi. Baik jumlah penerimanya maupun nominal yang harus diterima oleh masyarakat. Tidak ada pengalihan anggaran bansos untuk program lain,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada akun-akun media sosial yang mengatasnamakan Kementerian Sosial atau pihak tertentu yang menjanjikan bantuan dengan syarat tertentu. Ia meminta masyarakat memastikan setiap informasi melalui kanal resmi pemerintah.

Baca juga: Selly PDIP: Benahi Data Penerima Bansos agar Tak Jadi Bancakan Pihak Tertentu

“Kalau menerima informasi soal bansos, cek dulu sumbernya. Jangan langsung percaya, apalagi kalau diminta mengirim data pribadi, transfer uang, atau mengikuti tautan yang tidak jelas,” katanya.

Menurut Gus Ipul, seluruh informasi resmi terkait program Kementerian Sosial dapat diakses melalui kanal resmi kementerian sosial atau bisa menghubungi call center 021 171 juga bisa melalui WA resmi Kementerian Sosial di 08877171171 untuk menanyakan informasi seputar bantuan sosial maupun program-program Kementerian Sosial lainnya, termasuk Sekolah Rakyat.

“Silakan cek di kanal resmi Kementerian Sosial atau hubungi call center. Kalau ada informasi yang berpotensi hoaks, laporkan. Kalau ada yang ingin ditanyakan soal bansos, Sekolah Rakyat, atau program Kemensos lainnya, jangan ragu untuk menghubungi kanal resmi,” ujar Gus Ipul.

Ia menambahkan, kewaspadaan masyarakat menjadi penting agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh mereka yang berhak dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.

“Kami ingin masyarakat terlindungi. Jangan sampai ada warga yang dirugikan karena percaya informasi palsu. Bansos adalah hak masyarakat yang memenuhi kriteria, dan negara hadir untuk memastikan bantuan itu sampai sebagaimana mestinya,” tegas Gus Ipul.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Mensos Gelar Open House...
Mensos Gelar Open House Sekolah Rakyat Jelang 1 Tahun Beroperasi
Dadan Hindayana Dicopot...
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Gus Ipul: Saya Sepenuhnya Ikut Apa yang Jadi Keputusan Presiden
Kemensos Lelang Emas...
Kemensos Lelang Emas Hadiah Tak Tertebak Senilai Rp10 Miliar, Hasilnya untuk Bantu Keluarga Rentan
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Prabowo Dijadwalkan...
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Bogor
Indodax Distribusikan...
Indodax Distribusikan Hewan Kurban ke Lima Titik Wilayah di Aceh
Rekomendasi
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved