Ketum PGI Minta Masyarakat Tak Termakan Video Ceramah JK yang Dipotong dan Dipelintir
Jum'at, 24 April 2026 - 01:41 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Dino Patti Djalal: Saya Yakin 1.000% Pak JK Orang Baik yang Berhati Bersih
Sebabnya, kata dia, ceramah JK secara utuh bisa dipahami dengan baik, terlebih olehnya yang terlibat langsung dalam proses perdamaian yang terjadi di Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah. Pemilihan istilah Syahid untuk agama Kristen dalam ceramah JK di Masjid Universitas UGM itu sejatinya tak menggeser makna dari istilah Martir dalam agama Kristen.
"Kalaupun bilang martir, kami juga melakukan melampaui apa yang selalu disebut sebagai martir di dalam konflik, saling membantai, saling membunuh dengan kondisi yang mungkin tidak pernah dibayangkan. Di situ kita lihat bagaimana ketika agama diambil sebagai senjata di tangan untuk pihak-pihak yang bertikai maka kehancurannya sangat luar biasa," jelasnya.
Dia menerangkan, sebagaimana syahid dalam agama Islam, martir dalam agama Kristen pun kerap diselewengkan saat ada konflik, khususnya kala agama dijadikan sebagai senjata untuk bertikai. Ceramah JK itu sejatinya dianggap sebagai pengingat agar agama tidak lagi dijadikan sebagai senjata untuk berkonflik.
Selain itu, kata dia, ceramah JK itu merupakan contoh dari berbagai konflik yang terjadi di Indonesia dan sebab-sebab terjadinya konflik, termasuk karena isu agama. Sama halnya dengan maksud dari ceramah JK, dia ingin agar agama dikembalikan ke misi mulianya sebagai agen perdamaian.
"Saya kira itu yang disampaikan dalam secara sangat pendek. Ada dua bagian, satu menit, satu menit. Ketika beliau menyampaikan berbagai kategori konflik yang terjadi, termasuk 15 konflik yang terjadi di Indonesia, tiga bisa diselesaikan.m, salah satunya konflik Ambon dan Poso dalam bingkai konflik agama dan kenapa agama karena ada pandangan-pandangan seperti ini dan lain-lain," paparnya.
Sebabnya, kata dia, ceramah JK secara utuh bisa dipahami dengan baik, terlebih olehnya yang terlibat langsung dalam proses perdamaian yang terjadi di Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah. Pemilihan istilah Syahid untuk agama Kristen dalam ceramah JK di Masjid Universitas UGM itu sejatinya tak menggeser makna dari istilah Martir dalam agama Kristen.
"Kalaupun bilang martir, kami juga melakukan melampaui apa yang selalu disebut sebagai martir di dalam konflik, saling membantai, saling membunuh dengan kondisi yang mungkin tidak pernah dibayangkan. Di situ kita lihat bagaimana ketika agama diambil sebagai senjata di tangan untuk pihak-pihak yang bertikai maka kehancurannya sangat luar biasa," jelasnya.
Dia menerangkan, sebagaimana syahid dalam agama Islam, martir dalam agama Kristen pun kerap diselewengkan saat ada konflik, khususnya kala agama dijadikan sebagai senjata untuk bertikai. Ceramah JK itu sejatinya dianggap sebagai pengingat agar agama tidak lagi dijadikan sebagai senjata untuk berkonflik.
Selain itu, kata dia, ceramah JK itu merupakan contoh dari berbagai konflik yang terjadi di Indonesia dan sebab-sebab terjadinya konflik, termasuk karena isu agama. Sama halnya dengan maksud dari ceramah JK, dia ingin agar agama dikembalikan ke misi mulianya sebagai agen perdamaian.
"Saya kira itu yang disampaikan dalam secara sangat pendek. Ada dua bagian, satu menit, satu menit. Ketika beliau menyampaikan berbagai kategori konflik yang terjadi, termasuk 15 konflik yang terjadi di Indonesia, tiga bisa diselesaikan.m, salah satunya konflik Ambon dan Poso dalam bingkai konflik agama dan kenapa agama karena ada pandangan-pandangan seperti ini dan lain-lain," paparnya.
Lihat Juga :