Harapan Baru di Balik Tembok Lapas, Mengubah Warga Binaan Menjadi Tulang Punggung Ketahanan Pangan

Senin, 20 April 2026 - 09:01 WIB
loading...
Harapan Baru di Balik...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
Program ketahanan pangan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mendapat respons positif dari mantan warga binaan di berbagai lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia. Selain memperkuat ketahanan pangan nasional, program ini juga memberikan manfaat nyata berupa keterampilan dan penghasilan bagi warga binaan.

Di bawah kepemimpinan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Jenderal (Purn) Agus Andrianto, Pulau Nusakambangan kini berkembang pesat menjadi sentra ketahanan pangan nasional. Program ini merupakan bagian dari akselerasi prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

Sairan, salah satu mantan warga binaan Nusakambangan yang kini bekerja di sektor produksi, mengungkapkan bahwa program ini memberikan harapan baru dalam hidupnya.

“Mungkin susah untuk mendapatkan pekerjaan di luar sana karena saya mantan narapidana. Tapi saya adalah tulang punggung keluarga, jadi harus tetap memenuhi kebutuhan hidup. Alhamdulillah, upah di sini cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan keluarga, sehingga saya memutuskan kembali bekerja di sini,” ujarnya dikutip dari video yang dikirimkan, Sabtu (18/04/2026)

Diketahui, terdapat tiga titik utama menjadi pusat pengembangan program ini, yakni Pulau Nusakambangan, Lapas Terbuka Kendal, dan Lapas Kelas I Tangerang.

Di Pulau Nusakambangan, program ketahanan pangan dilaksanakan secara masif dan terintegrasi. Pada sektor perikanan, lahan dimanfaatkan untuk budidaya kolam produktif yang mencakup 400 kolam sidat, sistem bioflok, serta tambak dengan sekitar 9 juta benih udang.

Di sektor peternakan, pengembangan dilakukan secara berkelanjutan dengan populasi mencapai 5.000 ayam petelur, 5.000 ayam KUB, 57 ekor sapi, dan 4 ekor kerbau.

Sementara itu, di sektor pertanian dan perkebunan, warga binaan mengelola berbagai komoditas unggulan seperti padi lokal, sayur-mayur, buah-buahan, hingga pengolahan kelapa secara hilirisasi.

Pada sektor industri, pelatihan kerja terus diperkuat melalui balai latihan kerja, termasuk inovasi pengolahan limbah fly ash dan bottom ash menjadi produk beton bernilai guna.

Pengembangan serupa juga dilakukan di Lapas Terbuka Kendal yang memanfaatkan lahan seluas 68 hektare. Program ketahanan pangan di lokasi ini dijalankan langsung oleh warga binaan melalui berbagai sektor.

Pada sektor pertanian, dikembangkan budidaya jagung hibrida seluas 80.000 meter persegi serta padi seluas 1.400 meter persegi.
Di sektor peternakan, dikelola 7 ekor sapi, 103 ekor domba, dan sekitar 30.000 ekor ayam.

Sementara sektor perikanan menghasilkan berbagai komoditas seperti ikan patin, bandeng, dan gurami. Pada sektor hortikultura, warga binaan juga mengembangkan sistem smart farming, termasuk budidaya kelapa kopyor dan varietas hibrida lainnya.

Adapun di Lapas Kelas I Tangerang, penguatan sektor industri menjadi fokus utama. Melalui kerja sama dengan PLN, warga binaan dilibatkan dalam pengolahan limbah fly ash dan bottom ash menjadi produk beton dengan standar K-100. Produk tersebut telah berhasil menembus pasar konstruksi dengan penjualan mencapai ratusan ribu unit.

Program ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga binaan, termasuk setelah mereka kembali ke masyarakat.

Program ketahanan pangan dan pembinaan produktif ini diharapkan mampu menjadi model nasional dalam menciptakan warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke masyarakat.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Momen Prabowo Panen...
Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Polri Target Bangun...
Polri Target Bangun 1.500 SPPG di Indonesia pada 2026
Didampingi Kapolri,...
Didampingi Kapolri, Prabowo Resmikan 10 Gudang Ketahanan Pangan-SPPG Polri di Tuban
Produksi Beras Naik...
Produksi Beras Naik Sebentar
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bangun Ketahanan Pangan,...
Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
Rekomendasi
Gol Tah Dianulir VAR...
Gol Tah Dianulir VAR dan Jerman Tersingkir, Klopp: Kalau Begitu Arsenal Bukan Juara!
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa FEB UNIS Tangerang dengan Edukasi Investasi Syariah dan Pelindungan Konsumen
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Berita Terkini
Jokowi Lakukan Safari...
Jokowi Lakukan Safari Politik, Puan: Alangkah Baiknya Jaga Situasi Tetap Kondusif
Divonis 10 Tahun Penjara,...
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Ajukan Banding
Polda Metro Bakal Limpahkan...
Polda Metro Bakal Limpahkan Kurnia Tri Royani, Rustam Effendi, dan Rizal Fadillah ke Kejati DKI
Nasaruddin Umar Usul...
Nasaruddin Umar Usul 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Diangkat ASN
Dipercaya 23,3 Juta...
Dipercaya 23,3 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro, PNM Ungkap Pentingnya Integritas
Profil Nadiem Makarim,...
Profil Nadiem Makarim, Menteri Era Jokowi yang Divonis 10 Tahun Penjara
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved