Mensos: Siswa Sekolah Rakyat Ditargetkan Capai 100 Ribu pada 2027
Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WIB
loading...
A
A
A
Tantangan terbesar muncul pada masa awal pelaksanaan program. Dalam dua minggu hingga satu bulan pertama, siswa maupun guru menjalani proses adaptasi dengan sistem sekolah berasrama. Namun memasuki bulan kedua dan ketiga, ritme pendidikan dan pembelajaran mulai terbentuk dan berjalan semakin baik.
"Mulai terbangun kedisiplinan siswa untuk membiasakan mereka bangun pagi, mengikuti jadwal yang padat sampai malam hari. Itu memang memerlukan waktu," ucapnya.
Sekolah Rakyat menerapkan pendidikan terpadu. Pada pagi hari siswa mengikuti pembelajaran formal berbasis learning management system (LMS). Sementara, sore hingga malam hari difokuskan pada pembinaan karakter melalui pendampingan wali asrama dan wali asuh.
"Kita ingin anak-anak memiliki karakter kuat sebagai orang yang beragama, memiliki hubungan dengan Tuhan, bisa cinta sesama, cinta ilmu dan menyadari bahwa mereka adalah anak-anak Indonesia yang harus berkontribusi dalam kemajuan Indonesia di masa mendatang," ujarnya.
Menurut Gus Ipul, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebagian di antaranya pernah putus sekolah atau berisiko tidak melanjutkan pendidikan. Karena itu, program ini menjadi jalan perubahan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
"Mulai terbangun kedisiplinan siswa untuk membiasakan mereka bangun pagi, mengikuti jadwal yang padat sampai malam hari. Itu memang memerlukan waktu," ucapnya.
Sekolah Rakyat menerapkan pendidikan terpadu. Pada pagi hari siswa mengikuti pembelajaran formal berbasis learning management system (LMS). Sementara, sore hingga malam hari difokuskan pada pembinaan karakter melalui pendampingan wali asrama dan wali asuh.
"Kita ingin anak-anak memiliki karakter kuat sebagai orang yang beragama, memiliki hubungan dengan Tuhan, bisa cinta sesama, cinta ilmu dan menyadari bahwa mereka adalah anak-anak Indonesia yang harus berkontribusi dalam kemajuan Indonesia di masa mendatang," ujarnya.
Menurut Gus Ipul, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebagian di antaranya pernah putus sekolah atau berisiko tidak melanjutkan pendidikan. Karena itu, program ini menjadi jalan perubahan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
(jon)
Lihat Juga :