Koperasi Desa Merah Putih Diusulkan Terintegrasi dengan BUMDes

Minggu, 19 April 2026 - 14:03 WIB
loading...
Koperasi Desa Merah...
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) diusulkan terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan sinergi tersebut, hasil produksi desa dapat dipasarkan melalui jaringan koperasi sekaligus membuka peluang distribusi bagi produk BUMN maupun pelaku usaha lokal.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program KDMP agar tidak melenceng dari prinsip koperasi yang ideal.

Baca juga: Cara Daftar Koperasi Merah Putih, Simak Panduan Lengkapnya

Program prioritas tersebut saat ini tengah membuka sekitar 30 ribu posisi manajer untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Secara gagasan, KDMP memiliki kesamaan dengan pemikiran Soemitro Djojohadikoesoemo, ayah Prabowo, yang menekankan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi.

Pendekatan itu bertujuan menyalurkan sumber daya ekonomi langsung kepada masyarakat. “Saya perhatikan bahwa Presiden Prabowo ini memang mempunyai pandangan sama seperti Pak Soemitro, ayah Pak Prabowo untuk mengalirkan dana kepada masyarakat melalui koperasi,” kata Huda, Jumat (17/4/2026).

Lantas, dia menyoroti pendekatan pelaksanaan program yang dinilai terlalu bersifat top-down. Model seperti itu kurang sesuai dengan prinsip dasar koperasi yang seharusnya tumbuh dari inisiatif dan partisipasi anggota.

Meski KDMP berpotensi memotong peran perantara (middleman) dan mendekatkan masyarakat ke pasar, konsep yang terlalu terpusat justru berisiko mengabaikan semangat kolektif dalam koperasi.

Selain isu koperasi, Huda juga menyinggung perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Dia melihat adanya pergeseran perilaku masyarakat seperti berkurangnya penggunaan ATM dan meningkatnya transaksi melalui QRIS. Meski demikian, Indonesia masih dominan sebagai konsumen dalam ekosistem digital.

“Bicara iklim ekonomi digital di Indonesia harus kita bicara dan bangun dari dasarnya. Memang jumlah pengguna QRIS kita jutaan, namun itu hanya sebagai konsumen, bukan sebagai produsen di ekonomi digital,” ungkapnya.

Kondisi tersebut cukup ironis mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia, namun belum mampu mengembangkan industri semikonduktor sebagai fondasi ekonomi digital.

Huda menekankan penguatan ekonomi digital membutuhkan tiga hal utama, yakni sumber daya manusia yang kompeten, teknologi yang memadai, serta regulasi yang adil dan berkelanjutan. Tiga aspek tersebut harus berjalan beriringan untuk menciptakan ekosistem digital yang kuat di Indonesia.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Momen Prabowo Tanya...
Momen Prabowo Tanya Verrel Bramasta: Kamu Warga Negara Indonesia?
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Hanya Resmikan 1.061 Kopdes: Saya Suka Angka 8
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Putar Ekonomi Lokal,...
Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa
Rekomendasi
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved