JK Tegaskan Ceramahnya Tidak Bicarakan Dogma Agama

Sabtu, 18 April 2026 - 18:40 WIB
loading...
JK Tegaskan Ceramahnya...
Wapres RI Jusuf Kalla (JK) menegaskan ceramahnya tidak bicarakan dogma agama. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) geram difitnah melakukan dugaan penistaan agama hingga dilaporkan ke polisi. Padahal, JK merupakan orang yang pernah mendamaikan konflik di Maluku dahulu dari isu agama.

"Saya tidak bicara tentang dogma agama, saya tidak bicara tentang ideologi agama, tidak. Tentang kenapa mereka saling membunuh?" ujar JK, Sabtu (18/4/2026).

Menurut JK, ceramahnya yang dilakukan di masjid UGM tersebut sejatinya berbicara tentang perdamaian sebagaimana tema yang diangkat, yang mana dia menjelaskan perdamaian adalah akhir dari konflik. JK lantas mencontohkan berbagai konflik, mulai dari konflik global, Eropa, perang dunia, hingga konflik yang juga ada di Indonesia.

Baca juga: JK Murka Dituduh Nistakan Agama oleh Para Pemfitnahnya

JK juga membeberkan, konflik tersebut bisa terjadi karena berbagai hal, seperti ideologi, wilayah, ekonomi, hingga agama. Salah satu konflik agama tersebut terjadi di Maluku puluhan tahun silam.

"Ada konflik karena ideologi kayak Madiun, ada konflik karena wilayah kayak Timtim, ada konflik karena ekonomi kayak di Aceh. Saya jelaskan satu persatu. Kemudian satu menit saja, bicarakan konflik karena agama. Itulah antara lain Ambon-Poso," tuturnya.

Di situ, JK memaparkan ceramahnya tentang isu agama malah dipotong dan difitnah telah menistakan agama, kaitannya dengan istilah syahid yang digunakan dalam ceramahnya itu. Padahal, dia sendiri merupakan orang yang pernah mendamaikan konflik dahulu sebagaimana yang terjadi di Maluku.

Lihat video: Dipolisikan Soal Ceramah UGM, JK: Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan!


"Syahid dan martir hampir sama (artinya). Cuma bedanya caranya. Kalau syahid semua sama, mati karena membela agama, martir juga begitu, mati karena membela agama. Jadi hanya istilah saja. Tapi karena saya di masjid maka saya pakai kata syahid. Karena kalau saya pakai kata martir, jemaah tidak tahu," jelasnya.

JK memaparkan, istilah syahid itu digunakan untuk menjelaskan agar agama tidak digunakan sebagai salah satu isu untuk berkonflik sebagaimana yang terjadi di Maluku. Imbas konflik di Maluku, 7.000 orang menjadi korban meninggal dunia.

Lebih jauh, kata JK, istilah syahid dimaksud disampaikannya berdasarkan pendapat masyarakat yang berkonflik dahulu, tempat yang pernah didatanginya. Selain itu, konteksnya pun hanya pada konflik dahulu diantara kedua agama, bukan dalam konteks agama Islam ataupun Kristen secara keseluruhan.

"Artinya, orang Islam dan orang Kristen di tempat itu, bukan Islam keseluruhan. Islam-Kristen di tempat itu, di Ambon itu, di Poso itu berpendapat mati dan menewaskan orang mati atau menewaskan itu syahid. Saya tidak bicara tentang dogma agama, saya tidak bicara tentang ideologi agama, tidak," paparnya.

Usai menyinggung istilah syahid tersebut, dia dalam ceramahnya memaparkan tentang cara penyelesaian konflik tersebut dengan mengumpulkan orang-orang yang berkonflik. Bahkan, dia dalam ceramahnya juga menekankan orang yang mengira akan mati syahid tersebut justru diyakini masuk neraka karena telah melanggar ajaran agama.

"Karena itu saya selesaikan ini dengan satu kata, rapat umum, saya undang, kumpulkan di lapangan orang-orang yang berkelahi ini. Bahwa kalian masuk neraka karena tidak ada ajaran Kristen dan ajaran Islam yang mengatakan saling membunuh saudaranya, itu bukan syahid," bebernya.

Ari Sandita - Sindonews
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momen Prabowo Bincang...
Momen Prabowo Bincang dengan Megawati, Gibran, hingga JK saat Hari Lahir Pancasila
Eks Waketum Projo Sebut...
Eks Waketum Projo Sebut Jokowi dan PSI Akan Babak Belur usai Serang JK Pakai Isu SARA
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran...
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Semuanya Mendoakan Pak JK Sehat
Pengacara GAMKI Tegaskan...
Pengacara GAMKI Tegaskan Laporan Terhadap JK Bukan Berniat Menghukum
Pengacara JK Ungkap...
Pengacara JK Ungkap Dua Dugaan Pidana Kasus Ade Armando Cs
Kasus Ade Armando Versus...
Kasus Ade Armando Versus JK, Pendeta Gilbert: Persoalannya Siapa yang Potong?
Polandia Marah atas...
Polandia Marah atas Ulah Tentara Israel Letakkan Rokok di Mulut Patung Perawan Maria
Tentara Israel Kembali...
Tentara Israel Kembali Menista Kristen, Letakkan Rokok di Mulut Patung Perawan Maria
Polda Metro Analisa...
Polda Metro Analisa Video Ceramah JK Buntut Ade Armando-Abu Janda Dilaporkan
Rekomendasi
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
SD Islam Al-Azhar Kelapa...
SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Raih Posisi 5 Besar TKA 2026
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved