Kasus Ade Armando Versus JK, Pendeta Gilbert: Persoalannya Siapa yang Potong?
Selasa, 12 Mei 2026 - 21:12 WIB
loading...
Pendeta GBI Glow Fellowship Centre (FC) Gilbert Lumoindong angkat bicara terkait polemik dugaan penistaan agama yang melibatkan akademisi Ade Armando dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Pendeta Gereja Bethel Indonesia (GBI) Glow Fellowship Centre (FC) Gilbert Lumoindong angkat bicara terkait polemik dugaan penistaan agama yang melibatkan akademisi Ade Armando dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Polemik berawal dari adanya pihak yang memotong video sehingga isi pernyataan menjadi tidak utuh dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Buat saya persoalannya bukannya Bung Ade atau Pak JK, tapi persoalannya siapa yang potong barang ini," ujar Gilbert dalam program Rakyat Bersuara iNews, Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, kasus video yang dipotong hingga menimbulkan kesalahpahaman bukan pertama kali terjadi. Banyak pihak pernah menjadi korban dari potongan video yang beredar di media sosial.
"Ngapain dipotong-potong dan sudah banyak korban. Ahok korban potongan, saya aja pernah dilaporkan karena potongan dan terus-menerus ini tuh mungkin pelajaran buat kita," katanya.
Gilbert juga mengingatkan masyarakat tidak mudah terpancing oleh potongan informasi yang viral di media sosial. Dia meminta publik lebih cermat dalam menerima dan memahami suatu informasi.
"Buat saya persoalannya bukannya Bung Ade atau Pak JK, tapi persoalannya siapa yang potong barang ini," ujar Gilbert dalam program Rakyat Bersuara iNews, Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, kasus video yang dipotong hingga menimbulkan kesalahpahaman bukan pertama kali terjadi. Banyak pihak pernah menjadi korban dari potongan video yang beredar di media sosial.
"Ngapain dipotong-potong dan sudah banyak korban. Ahok korban potongan, saya aja pernah dilaporkan karena potongan dan terus-menerus ini tuh mungkin pelajaran buat kita," katanya.
Gilbert juga mengingatkan masyarakat tidak mudah terpancing oleh potongan informasi yang viral di media sosial. Dia meminta publik lebih cermat dalam menerima dan memahami suatu informasi.
Lihat Juga :