Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital untuk Operasional Terintegrasi
Jum'at, 17 April 2026 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
Pendekatan ini memungkinkan proses operasional yang sebelumnya tersebar menjadi lebih terhubung, lebih terukur, dan lebih berbasis data.
CEO Shelter Indonesia Hari Wahyudin mengatakan, arah baru ini berangkat dari kebutuhan untuk membangun operasional yang lebih utuh dan terkendali. Tantangan operasional saat ini bukan lagi sekadar memastikan pekerjaan berjalan, tetapi juga memastikan setiap proses dapat dipantau, diukur, dan dikelola dengan lebih baik.
“Arah Shelter Indonesia ke depan adalah menjadi mitra strategis operasional yang
mengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi agar operasional klien dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan terkendali,” ujar Hari, Jumat (17/4/2026).
Transformasi ini membawa Shelter Indonesia ke posisi baru. Perusahaan tidak lagi hanya hadir sebagai penyedia tenaga kerja operasional, tetapi berkembang menjadi ekosistem tenaga kerja terintegrasi yang memadukan sumber daya manusia dan teknologi untuk menjawab kebutuhan klien secara lebih menyeluruh.
Dari sisi pengembangan pasar dan solusi, CMO Shelter Indonesia Nino Mayvi menyatakan kebutuhan klien kini terus berkembang. Pasar tidak lagi hanya mencari dukungan tenaga kerja, tetapi juga menuntut visibilitas, kontrol, dan transparansi yang lebih kuat dalam operasional.
Business Consultant Shelter Indonesia Gordon John Stevenson memberikan pandangan dari sisi pengembangan bisnis dan pertumbuhan strategis. Langkah yang dijalankan Shelter Indonesia bukan sekadar digitalisasi, melainkan respons strategis terhadap kebutuhan pasar yang terus berubah.
CEO Shelter Indonesia Hari Wahyudin mengatakan, arah baru ini berangkat dari kebutuhan untuk membangun operasional yang lebih utuh dan terkendali. Tantangan operasional saat ini bukan lagi sekadar memastikan pekerjaan berjalan, tetapi juga memastikan setiap proses dapat dipantau, diukur, dan dikelola dengan lebih baik.
“Arah Shelter Indonesia ke depan adalah menjadi mitra strategis operasional yang
mengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi agar operasional klien dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan terkendali,” ujar Hari, Jumat (17/4/2026).
Transformasi ini membawa Shelter Indonesia ke posisi baru. Perusahaan tidak lagi hanya hadir sebagai penyedia tenaga kerja operasional, tetapi berkembang menjadi ekosistem tenaga kerja terintegrasi yang memadukan sumber daya manusia dan teknologi untuk menjawab kebutuhan klien secara lebih menyeluruh.
Dari sisi pengembangan pasar dan solusi, CMO Shelter Indonesia Nino Mayvi menyatakan kebutuhan klien kini terus berkembang. Pasar tidak lagi hanya mencari dukungan tenaga kerja, tetapi juga menuntut visibilitas, kontrol, dan transparansi yang lebih kuat dalam operasional.
Business Consultant Shelter Indonesia Gordon John Stevenson memberikan pandangan dari sisi pengembangan bisnis dan pertumbuhan strategis. Langkah yang dijalankan Shelter Indonesia bukan sekadar digitalisasi, melainkan respons strategis terhadap kebutuhan pasar yang terus berubah.
Lihat Juga :