Jaga Stabilitas Nasional, MUI Ajak Ormas Islam Jaga Lisan agar Tak Timbulkan Kegaduhan
Rabu, 15 April 2026 - 23:09 WIB
loading...
Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar mengajak ormas Islam senantiasa menjaga stabilitas nasional. Salah satunya menjaga lisan dan perbuatan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Foto: Felldy Utama
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengajak seluruh ormas Islam senantiasa menjaga stabilitas nasional. Salah satunya menjaga lisan dan perbuatan yang berpotensi dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Hal ini disampaikan KH Anwar dalam silaturahmi nasional ormas Islam dan halalbihalal Idulfitri 1447 H MUI di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Di Hadapan MUI, Prabowo Ajak Bangsa Bersatu Berantas Korupsi
Dia menyampaikan saat ini Presiden Prabowo Subianto bersama seluruh kabinet pemerintahannya tengah bertekad membawa Indonesia menjadi negara yang maju, makmur, dan sejahtera.
"Kewajiban kita sebagai tokoh umat Islam menyediakan situasi yang memungkinkan pemimpin negara ini membangun dengan tenang, membangun dengan baik, membangun dengan konstruktif. Itu yang dibutuhkan," katanya.
Karena itu, dia mengingatkan kepada seluruh pemimpin ormas Islam memiliki kewajiban berhati-hati dalam menyikapi suatu hal tentang bangsa dan negara.
KH Anwar menyinggung para pemimpin umat memiliki umat yang sangat banyak. "Kita harus hati-hati, ibarat sopir kita ini sopir bus, bukan sopir pembalap. Kalau pembalap nyopir kendaraan kencang banget, nabrak, yang mati ya dia sendiri. Tapi, kalau sopir bus, kalau ada kecelakaan yang susah bukan hanya sopir, penumpangnya juga ikut susah," ungkapnya.
"Karena itu dibutuhkan satu kearifan dan kebijakan kita semuanya seperti yang ditaujihatkan tadi itu bisa menjaga agar apa yang kita ucapkan, yang kita lakukan, yang kita putuskan itu tidak akan menimbulkan kegaduhan di mana-mana," sambungnya.
Hal ini disampaikan KH Anwar dalam silaturahmi nasional ormas Islam dan halalbihalal Idulfitri 1447 H MUI di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Di Hadapan MUI, Prabowo Ajak Bangsa Bersatu Berantas Korupsi
Dia menyampaikan saat ini Presiden Prabowo Subianto bersama seluruh kabinet pemerintahannya tengah bertekad membawa Indonesia menjadi negara yang maju, makmur, dan sejahtera.
"Kewajiban kita sebagai tokoh umat Islam menyediakan situasi yang memungkinkan pemimpin negara ini membangun dengan tenang, membangun dengan baik, membangun dengan konstruktif. Itu yang dibutuhkan," katanya.
Karena itu, dia mengingatkan kepada seluruh pemimpin ormas Islam memiliki kewajiban berhati-hati dalam menyikapi suatu hal tentang bangsa dan negara.
KH Anwar menyinggung para pemimpin umat memiliki umat yang sangat banyak. "Kita harus hati-hati, ibarat sopir kita ini sopir bus, bukan sopir pembalap. Kalau pembalap nyopir kendaraan kencang banget, nabrak, yang mati ya dia sendiri. Tapi, kalau sopir bus, kalau ada kecelakaan yang susah bukan hanya sopir, penumpangnya juga ikut susah," ungkapnya.
"Karena itu dibutuhkan satu kearifan dan kebijakan kita semuanya seperti yang ditaujihatkan tadi itu bisa menjaga agar apa yang kita ucapkan, yang kita lakukan, yang kita putuskan itu tidak akan menimbulkan kegaduhan di mana-mana," sambungnya.
(jon)
Lihat Juga :