William Heinrich Optimistis Kolaborasi Pemerintah-Pengusaha Jadi Kunci Wujudkan Visi Indonesia Emas

Rabu, 15 April 2026 - 20:38 WIB
loading...
William Heinrich Optimistis...
Bakal Calon Ketua Umum BPP HIPMI William Heinrich optimistis kolaborasi antara pemerintah dan kalangan pengusaha bakal menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas. Foto: Rakhmatulloh
A A A
JAKARTA - Bakal Calon Ketua Umum BPP HIPMI William Heinrich optimistis kolaborasi antara pemerintah dan kalangan pengusaha bakal menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).

Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan gagasan strategis “HIPMI 8%” sebagai kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi nasional sejalan dengan arah kebijakan Prabowo Subianto. Dalam pemaparannya, William menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen merupakan kebutuhan mendesak untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan middle income trap.

Ia mengingatkan bahwa momentum bonus demografi harus dimanfaatkan secara maksimal, dan hal tersebut hanya dapat dicapai melalui sinergi antara negara dan sektor usaha, khususnya pengusaha muda. Menurutnya, keterbatasan kapasitas fiskal pemerintah menuntut adanya peran lebih besar dari sektor riil.

Baca juga: Serius Bertarung Caketum HIPMI, William Utus Komite Pemenangan



Oleh karena itu, HIPMI diarahkan untuk tidak lagi berada di posisi pasif, melainkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan bahwa organisasi ini harus mampu menciptakan ekosistem bisnis yang produktif dan berdaya saing, bukan sekadar bergantung pada proyek-proyek pemerintah.

William juga menyoroti pentingnya efisiensi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa tingginya rasio ICOR di Indonesia mencerminkan masih adanya inefisiensi dalam penggunaan modal.

“Untuk mengatasi hal tersebut, HIPMI akan mendorong peningkatan produktivitas melalui digitalisasi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan rantai pasok, sehingga setiap investasi dapat memberikan hasil yang lebih optimal,” ujarnya.

Di sisi lain, ia melihat peluang besar dalam upaya memperkuat penerimaan negara melalui perluasan basis pajak. Dengan tetap menjaga daya beli masyarakat, termasuk mempertahankan tarif PPN di angka 11 persen, William menilai bahwa penciptaan lapangan kerja formal menjadi solusi strategis.

HIPMI akan berperan sebagai wadah pengembangan pengusaha muda yang mampu tumbuh, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan negara. Sebagai langkah konkret, William menargetkan lahirnya 10.000 pengusaha produktif baru yang mampu bertahan, mencetak keuntungan, dan menyerap tenaga kerja lokal.

Ia juga menegaskan akan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap indikator kinerja organisasi, dengan menitikberatkan pada dampak ekonomi nyata, bukan sekadar aktivitas seremonial. Jika strategi ini berjalan optimal, kontribusi anggota HIPMI diproyeksikan dapat menghasilkan tambahan output ekonomi hingga Rp20 triliun di pasar domestik.

Dalam aspek pembiayaan, William menilai bahwa perubahan arsitektur ekonomi nasional membuka peluang besar bagi pengusaha muda. Kehadiran lembaga investasi seperti Danantara menjadi momentum untuk memperkuat akses pendanaan.

“Untuk itu, HIPMI akan membentuk HIPMI Capital Desk guna mempersiapkan anggota agar memenuhi standar kelayakan investasi, termasuk dalam penerapan tata kelola dan prinsip keberlanjutan (ESG),” tuturnya.

Menutup pernyataannya, William Heinrich menegaskan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, kolaborasi strategis dengan pengusaha akan semakin diperkuat. Ia optimistis bahwa dengan dukungan pengusaha muda yang inovatif, efisien, dan memiliki jejaring luas, cita-cita mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dalam kerangka Indonesia Emas dapat tercapai.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Prabowo Ngaku Cocok...
Prabowo Ngaku Cocok dengan HIPMI: Kelakuannya Sudah Saya Kenal Semuanya
Bahlil Izin Panggil...
Bahlil Izin Panggil Kanda ke Prabowo: Supaya Olahannya Cepat Masuk
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Rekomendasi
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved