Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita

Senin, 13 April 2026 - 15:22 WIB
loading...
A A A
Ketiga, digitalisasi pengawasan pasar modal harus ditingkatkan. Penggunaan kecerdasan buatan untuk mendeteksi anomali transaksi pada saham-saham dengan konsentrasi tinggi harus menjadi standar baru. Ini akan memberikan rasa aman bahwa meskipun sebuah saham didominasi satu pemilik, tidak ada ruang bagi praktik "goreng-menggoreng" saham yang merugikan publik.

Edukasi bagi investor ritel juga tidak boleh berhenti pada cara membeli saham, tetapi juga cara membaca struktur kepemilikan sebagai bagian dari manajemen risiko. Pada akhirnya, kejujuran bursa adalah cermin dari kedewasaan ekonomi sebuah bangsa.

Indonesia tidak bisa terus-menerus mengandalkan narasi pertumbuhan ekonomi 5,4 persen tanpa disertai dengan pasar modal yang inklusif dan transparan. Kita tidak ingin bursa kita hanya menjadi tempat "hajatan" bagi para titan ekonomi, sementara rakyat banyak hanya menjadi pengamat yang cemas.

Dengan mendorong transparansi kepemilikan, kita sebenarnya sedang membangun fondasi ekonomi nasional yang lebih demokratis dan resilien terhadap badai global. Mari kita pastikan bahwa di aula megah ekonomi kita, setiap orang memiliki ruang yang cukup untuk berdansa dan menikmati hasil pembangunan secara adil. Transparansi bukanlah musuh bagi pemilik modal; ia adalah jaminan bahwa modal tersebut akan terus tumbuh dalam ekosistem yang sehat dan dipercaya dunia.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Rekomendasi
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Drama Injury Time, Jerman...
Drama Injury Time, Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved