Mama Papua Hadir di Pesta Media, Suarakan Upaya Menjaga Hutan
Minggu, 12 April 2026 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan yang sama, Fitri Hasibuan, Vice President Program Konservasi Indonesia, mengatakan hutan adat di Papua harus terus dijaga dan didampingi. Sebab baginya, menjaga hutan adalah bagian dari upaya melindungi ekosistem alam. Dia menyebut hutan di Sorong masih lebat, ditumbuhi aneka tanaman seperti mangrove dan gambut.
“Hutan di Sorong itu dipenuhi sagu alam dan itu adalah kekayaan. Ini adalah lokasi yang penting menyimpan banyak karbon. Ketika mama menjaga rumahnya, menjaga wilayahnya, itu juga menjaga ekosistem atas karbon. Sehingga yang kita takutkan perubahan iklim, krisis iklim, itu tidak terjadi,” kata Fitri.
Konservasi Indonesia, kata Fitri, sejak 2021 aktif mendukung masyarakat dan organisasi untuk melestarikan alam dan keanekaragaman hayati bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Khusus untuk isu Papua, upaya konservasi harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak masyarakat adat, termasuk hak atas tanah, partisipasi, dan pengetahuan lokal. “Kami punya visi yang sama menjaga hutan di Konda dan membantu ekonomi masyarakat. Semoga kerusakan tidak terjadi di hutan mama,” harapnya.
Diskusi ini juga menghadirkan jurnalis Margareth Aritonang sebagai narasumber. Menurutnya, isu perlindungan hutan di Papua harus lebih banyak diberitakan secara berbeda dan lebih konstruktif.
Dia mencontohkan, perempuan adat Papua sebetulnya memiliki peran penting dalam menjaga hutan sebagai ruang hidup. Namun, suara, pengetahuan, dan praktik mereka jarang diangkat sebagai bagian dari narasi utama.
“Sering kali cerita peran perempuan minim diceritakan. Padahal perempuan Papua punya peran penting,” katanya.
“Hutan di Sorong itu dipenuhi sagu alam dan itu adalah kekayaan. Ini adalah lokasi yang penting menyimpan banyak karbon. Ketika mama menjaga rumahnya, menjaga wilayahnya, itu juga menjaga ekosistem atas karbon. Sehingga yang kita takutkan perubahan iklim, krisis iklim, itu tidak terjadi,” kata Fitri.
Konservasi Indonesia, kata Fitri, sejak 2021 aktif mendukung masyarakat dan organisasi untuk melestarikan alam dan keanekaragaman hayati bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Khusus untuk isu Papua, upaya konservasi harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak masyarakat adat, termasuk hak atas tanah, partisipasi, dan pengetahuan lokal. “Kami punya visi yang sama menjaga hutan di Konda dan membantu ekonomi masyarakat. Semoga kerusakan tidak terjadi di hutan mama,” harapnya.
Diskusi ini juga menghadirkan jurnalis Margareth Aritonang sebagai narasumber. Menurutnya, isu perlindungan hutan di Papua harus lebih banyak diberitakan secara berbeda dan lebih konstruktif.
Dia mencontohkan, perempuan adat Papua sebetulnya memiliki peran penting dalam menjaga hutan sebagai ruang hidup. Namun, suara, pengetahuan, dan praktik mereka jarang diangkat sebagai bagian dari narasi utama.
“Sering kali cerita peran perempuan minim diceritakan. Padahal perempuan Papua punya peran penting,” katanya.
Lihat Juga :