Mama Papua Hadir di Pesta Media, Suarakan Upaya Menjaga Hutan
Minggu, 12 April 2026 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Margareth mengatakan perlu ada pendekatan jurnalisme konstruktif sebagai cara memperkaya narasi. Dia menekankan pentingnya kemampuan storytelling yang berpusat pada pengalaman perempuan adat saat meliput Papua.
“Yang lebih konstruktif, tidak hanya ambil point of view pemerintah atau pejabat, tetapi juga masyarakat, perempuan, tetua adat,” kata dia.
Di akhir acara, peserta diajak membuat satu karya pendek yang berisi rencana peliputan dan tulisan singkat. Karya tersebut mengangkat cerita perempuan adat yang menghindari stereotip dan eksotisasi, serta mengandung perspektif konservasi berbasis hak.
Salah satu peserta, Aryo, mengangkat ide liputan mengenai hutan sebagai ruang aman bagi perempuan. Menurutnya, ketika hutan makin terancam, ruang hidup perempuan-perempuan di sana bakal makin sempit.
Diskusi dan lokakarya ini didukung oleh Konservasi Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam acara Pesta Media AJI Jakarta 2026. Setelah 14 tahun vakum, AJI Jakarta kembali menggelar acara ini dengan mengusung tema “Facing for Future, Collaboration for Our Nature” pada 11-12 April 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara jurnalis, pegiat lingkungan, akademisi, komunitas, serta masyarakat umum untuk mendiskusikan berbagai isu penting yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.
Tiga isu penting yang diangkat kali ini adalah: media, lingkungan hidup, dan kecerdasan buatan (AI), melalui berbagai format acara, mulai dari diskusi, lokakarya, pameran foto, pemutaran film, pembuatan zine, hingga penampilan seni.
“Yang lebih konstruktif, tidak hanya ambil point of view pemerintah atau pejabat, tetapi juga masyarakat, perempuan, tetua adat,” kata dia.
Di akhir acara, peserta diajak membuat satu karya pendek yang berisi rencana peliputan dan tulisan singkat. Karya tersebut mengangkat cerita perempuan adat yang menghindari stereotip dan eksotisasi, serta mengandung perspektif konservasi berbasis hak.
Salah satu peserta, Aryo, mengangkat ide liputan mengenai hutan sebagai ruang aman bagi perempuan. Menurutnya, ketika hutan makin terancam, ruang hidup perempuan-perempuan di sana bakal makin sempit.
Diskusi dan lokakarya ini didukung oleh Konservasi Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam acara Pesta Media AJI Jakarta 2026. Setelah 14 tahun vakum, AJI Jakarta kembali menggelar acara ini dengan mengusung tema “Facing for Future, Collaboration for Our Nature” pada 11-12 April 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara jurnalis, pegiat lingkungan, akademisi, komunitas, serta masyarakat umum untuk mendiskusikan berbagai isu penting yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.
Tiga isu penting yang diangkat kali ini adalah: media, lingkungan hidup, dan kecerdasan buatan (AI), melalui berbagai format acara, mulai dari diskusi, lokakarya, pameran foto, pemutaran film, pembuatan zine, hingga penampilan seni.
(rca)
Lihat Juga :