AMSI Ungkap Fenomena AI Crawler Jadi Tekanan Baru Industri Media
Minggu, 12 April 2026 - 16:23 WIB
loading...
A
A
A
Wahyu menambahkan, dalam ekosistem informasi saat ini banyak konten beredar tanpa pertanggungjawaban yang jelas. Karena itu, peran jurnalis tetap dibutuhkan untuk memastikan proses verifikasi dan akurasi informasi.
“Di situ butuh personality, butuh tokoh, butuh orang, butuh jurnalis," katanya.
Wahyu mendorong media beralih ke model bisnis berbasis pembaca agar dapat membangun hubungan langsung dengan audiens sekaligus mengurangi ketergantungan pada platform. Ia juga menekankan perlunya regulasi agar platform AI tidak mengambil konten media tanpa kompensasi.
Menurutnya, ke depan produk jurnalistik tidak hanya berhenti sebagai artikel, tetapi dapat menjadi data yang bernilai dan dilisensikan ke platform AI. Menurut Wahyu, di tengah banjir informasi, kepercayaan menjadi elemen paling krusial.
“Jadi kalau kita lihat, trust itu bukan hanya reputasi tapi trust itu adalah infrastruktur," katanya.
“Di situ butuh personality, butuh tokoh, butuh orang, butuh jurnalis," katanya.
Wahyu mendorong media beralih ke model bisnis berbasis pembaca agar dapat membangun hubungan langsung dengan audiens sekaligus mengurangi ketergantungan pada platform. Ia juga menekankan perlunya regulasi agar platform AI tidak mengambil konten media tanpa kompensasi.
Menurutnya, ke depan produk jurnalistik tidak hanya berhenti sebagai artikel, tetapi dapat menjadi data yang bernilai dan dilisensikan ke platform AI. Menurut Wahyu, di tengah banjir informasi, kepercayaan menjadi elemen paling krusial.
“Jadi kalau kita lihat, trust itu bukan hanya reputasi tapi trust itu adalah infrastruktur," katanya.
(shf)
Lihat Juga :