Massa TPUA Sempat Ditawari Rp300 Juta agar Batal ke UGM dan Rumah Jokowi
Rabu, 08 April 2026 - 06:34 WIB
loading...
Ratusan orang yang mengatasnamakan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menggeruduk Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (15/4/2025) pagi. FOTO/HERU TRIJOKO
A
A
A
JAKARTA - Manajemen Buku Gibran End Game, Arif Ikhsan mengaku sempat ditawari uang sebesar Rp300 juta hingga Rp350 juta, agar rombongan yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) membatalkan kunjungannya ke Solo. Ia menyebut peristiwa itu terjadi pada 12 April 2025.
Adapun agenda ke Solo ini ditunjukkan ke rumah Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), berkaitan kasus tudingan ijazah palsu. "Jam 12 malam ada yang telepon minta untuk dibatalkan kunjungan ke Solo dan ke UGM," kata Arif dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (7/4/2026).
"Malam itu saya ditawarkan Rp300 juta untuk jangan berangkat ke Solo," tambah dia.
Manajemen Buku Gibran End Game, Arif Ikhsan.
Baca juga: Refly Harun Ungkap Isu Permintaan Rp20 Miliar untuk Restorative Justice Cuma Candaan Rustam Effendi
Ia mengaku tak mengetahui siapa sosok yang menghubungi malam itu. Arif menegaskan bahwa tawaran tersebut dia tolak secara tegas.
"Saya nggak tahu (itu siapa yang telepon) dia cuma ngomong itu kalau bisa jangan berangkat ke sana. Saya bilang nggak bisa," kata dia.
Sekadar informasi, rombongan TPUA sempat mendatangi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa 15 April 2025. Pada saat itu, beberapa orang yang mewakili TPUA yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa diterima berdialog dengan pihak dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sehari setelahnya atau 16 April 2026, belasan orang yang tergabung dalam TPUA pun mendatangi kediaman Jokowi di Jalan Kutai Utara, Solo.
Adapun agenda ke Solo ini ditunjukkan ke rumah Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), berkaitan kasus tudingan ijazah palsu. "Jam 12 malam ada yang telepon minta untuk dibatalkan kunjungan ke Solo dan ke UGM," kata Arif dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (7/4/2026).
"Malam itu saya ditawarkan Rp300 juta untuk jangan berangkat ke Solo," tambah dia.

Manajemen Buku Gibran End Game, Arif Ikhsan.
Baca juga: Refly Harun Ungkap Isu Permintaan Rp20 Miliar untuk Restorative Justice Cuma Candaan Rustam Effendi
Ia mengaku tak mengetahui siapa sosok yang menghubungi malam itu. Arif menegaskan bahwa tawaran tersebut dia tolak secara tegas.
"Saya nggak tahu (itu siapa yang telepon) dia cuma ngomong itu kalau bisa jangan berangkat ke sana. Saya bilang nggak bisa," kata dia.
Sekadar informasi, rombongan TPUA sempat mendatangi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa 15 April 2025. Pada saat itu, beberapa orang yang mewakili TPUA yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa diterima berdialog dengan pihak dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sehari setelahnya atau 16 April 2026, belasan orang yang tergabung dalam TPUA pun mendatangi kediaman Jokowi di Jalan Kutai Utara, Solo.
(rca)
Lihat Juga :