BSKDN Kemendagri Terapkan Rasch Model untuk Memperkuat Kualitas Kebijakan

Rabu, 01 April 2026 - 06:44 WIB
loading...
BSKDN Kemendagri Terapkan...
BSKDN Kemendagri terus memperkuat kualitas perumusan kebijakan berbasis bukti melalui peningkatan kualitas data. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) terus memperkuat kualitas perumusan kebijakan berbasis bukti melalui peningkatan kualitas data. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menerapkan Rasch Model dalam pengembangan instrumen survei.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris BSKDN Noudy R. P. Tendean saat membuka kegiatan Sosialisasi Penggunaan Rasch Model dalam Pengembangan Instrumen Survei di Command Center BSKDN pada Selasa, 31 Maret 2026.

Noudy menegaskan, kualitas data sangat ditentukan oleh kualitas instrumen yang digunakan, khususnya dalam survei sebagai salah satu sumber utama data kebijakan. “Kebijakan yang baik harus didukung oleh data yang baik, dan data yang baik harus berasal dari instrumen yang benar-benar teruji, valid, dan reliabel,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Sudah Teken Surat Kebijakan WFH

Menurut Noudy, selama ini pendekatan klasik seperti uji validitas dan reliabilitas umum telah banyak digunakan. Namun, perkembangan metodologi pengukuran menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif dan presisi, salah satunya melalui Rasch Model.

Rasch Model memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap kualitas butir pertanyaan dalam instrumen survei. Metode ini mampu mengidentifikasi tingkat kesulitan setiap item, konsistensi responden, kesesuaian instrumen dengan konstruk yang diukur, serta potensi bias pada setiap pertanyaan.

“Melalui pendekatan ini, kita tidak hanya mengetahui apakah instrumen cukup baik, tetapi juga memastikan bahwa instrumen tersebut benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur,” jelasnya.

Lihat video: Mensesneg dan Mendagri Ungkap Arahan Prabowo Dalam Rapim TNI-POLRI 2026


Noudy juga menekankan, penerapan Rasch Model bukan sekadar peningkatan teknis, melainkan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kualitas evidence dalam perumusan kebijakan. Noudy mengingatkan, instrumen yang lemah berpotensi menghasilkan data yang bias, yang pada akhirnya dapat berdampak pada ketidaktepatan rekomendasi kebijakan.

“Jika data yang kita gunakan bias, maka kebijakan yang dihasilkan pun berisiko tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, penguatan metodologi menjadi sangat penting,” tegasnya.

Sementara itu, Associate Professor Bambang Sumintono menekankan Rasch Model memberikan pendekatan pengukuran yang lebih akurat karena tidak hanya berfokus pada kelompok, tetapi juga pada karakteristik individu responden. Bambang juga menjelaskan, dalam Rasch Model, data tidak langsung dianggap sebagai hasil pengukuran akhir, melainkan perlu melalui proses transformasi agar memiliki makna yang lebih kuat secara ilmiah.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat fondasi metodologis BSKDN, sehingga mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih akurat, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Mendagri Berikan Penghargaan...
Mendagri Berikan Penghargaan Satyalancana kepada 7 Tokoh Atas Inovasi Sektor Maritim
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Rekomendasi
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved