Soal Kejanggalan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Pengamat: Polri-TNI Harus Cocokan Data dan Bukti

Jum'at, 20 Maret 2026 - 17:57 WIB
loading...
Soal Kejanggalan Kasus...
Pakar Hukum Kepolisian Edi Hasibuan menilai ada sejumlah perbedaan mencolok antara data Kepolisian dengan TNI dalam kasus penyiraman air keras ke Andrie Yunus. Foto/Dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pakar Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta Edi Hasibuan menilai, ada sejumlah kejanggalan dan perbedaan mencolok antara data Kepolisian dengan TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Ketidaksingkronan data tersebut membuat penafsiran liar dari masyarakat bahwa aparat penegak hukum kurang serius menangani kasus ini.

"Kami melihat antara data penyidik Polri dan TNI belum singkron. Kita melihat Polri sejak awal sudah memiliki data digital seperti CCTV lapangan dan lokasi kejadian," kata Edi Hasibuan, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Disiram Air Keras, KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus

Data Kepolisian ini juga merupakan hasil penyidikan berdasarkan Scientific Crime Investigation. Secara hukum, kata Edi, data Kepolisian ini bisa dipertangjawabkan dalam proses hukum.



"Untuk menghindari kecurigaan masyarakat, sebaiknya penyidik kepolisian dan penyidik TNl melakukan koordinasi sebagai bentuk transparansi penanganan kasus ini agar prosesnya mendapat trust dari masyrakat," kata Dosen Doktor Ilmu Hukum ini.

Anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini menyebut, ada sejumlah kejanggalan yang hingga saat ini masih misteri soal data identitas dan jumlah pelaku yang terlibat. Polisi berkeyakinan pelaku lebih dari empat orang dan cara kerjanya terlatih dan terorganisir.

Baca juga: Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Komnas HAM Bakal Panggil Panglima TNI

"Ironisnya, status pelaku juga sampai saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka," ucapnya.

Kedua, hasil penyidikan kepolisian aksi penyiraman air keras ini dilakukan orang terlatih dan cara kerjanya juga terorganisir. Fakta ini diyakini kebenarannya karena ini merupakan hasil CCTV yang disita polisi dari lapangan.

"Perlu ada segera koordinasi dan pencocokan data dan bukti antara TNI dan Kepolisian untuk menghindari penafsiran liar masyarakat," katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Rekomendasi
House And Vox Indonesia...
House And Vox Indonesia Ramaikan IIFEX EASTFOOD 2026, Hadirkan Inovasi Produk dan Cooking Demo
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Jadwal Formula 1 Lenovo...
Jadwal Formula 1 Lenovo Austrian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
Berita Terkini
Panja SPMB Cari Formula...
Panja SPMB Cari Formula Penerimaan Mahasiswa yang Adil dan Setara
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Infografis
Mahfud MD: Perilaku...
Mahfud MD: Perilaku Hedon dan Flexing Kaesang-Erina Harus Diselidiki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved