Perayaan Idulfitri 1447 H Berbeda, Menag Imbau Umat Islam Jaga Toleransi
Kamis, 19 Maret 2026 - 23:22 WIB
loading...
Menag Nasaruddin Umar mengimbau pada umat muslim untuk menjaga toleransi dan stabilitas sosial. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau pada umat muslim yang merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 H untuk menjadi momentum menyambung silaturahmi dan menjaga stabilitas sosial. Menurut Nasaruddin, hal itu menjadi kontribusi dalam membangun Indonesia.
Imbauan disampaikan Nasaruddin saat jumpa pers hasil sidang isbat di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat. "Mari kita jadikan momentum idulfitri untuk mempererat ukhuwah menyambung silaturahmi dan menjaga stabilitas sosial sebagai bentuk kontribusi kita dalam membangun indonesia yang damai dan sejahtera," ujar Nasaruddin, Kamis (19/3/2026).
Di sisi lain, Nasaruddin mengimbau pada umat muslim yang merayakan Lebaran esok hari untuk menjaga toleransi pada umat yang masih berpuasa.
Baca juga: Breaking News: Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada Sabtu 21 Maret
"Kepada rekan kita yang akan berlebaran besok, seperti yang dikatakan Pak Ketua Komisi VIII, kami mohon supaya bertoleransi terhadap saudara-saudaranya yang masih melanjutkan puasa sampai 30 seperti keputusan sidang isbat ini," ucap Nasaruddin.
"Akhirnya sebagai Menag dan mewakili pemerintah, saya menyampaikan selamat idulfitri 1447 hijriah mohon maaf lahir dan bathin," pungkasnya.
Lihat video: Idulfitri Bukan Sekadar Perayaan, Ini Makna Hakikinya
Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang memahami ada sebagian umat muslim yang merayakan hari raya pada Jumat (20/3/2026) esok. Namun demikian, ia mengimbau pada seluruh umat Islam untuk bertoleransi.
"Andaikan ada masyarakat yang memahami dan percaya, memutuskan bahwa 1 Syawal di hari esok Jumat, bisa ditoleransi dan ini tidak menjadi perbedaan di antara kita sebagai umat Muslim, dan mari kita menjaga ukhuwah dengan baik," kata Marwan.
"Saya dari Komisi VIII mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1444 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin," katanya.
Imbauan disampaikan Nasaruddin saat jumpa pers hasil sidang isbat di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat. "Mari kita jadikan momentum idulfitri untuk mempererat ukhuwah menyambung silaturahmi dan menjaga stabilitas sosial sebagai bentuk kontribusi kita dalam membangun indonesia yang damai dan sejahtera," ujar Nasaruddin, Kamis (19/3/2026).
Di sisi lain, Nasaruddin mengimbau pada umat muslim yang merayakan Lebaran esok hari untuk menjaga toleransi pada umat yang masih berpuasa.
Baca juga: Breaking News: Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada Sabtu 21 Maret
"Kepada rekan kita yang akan berlebaran besok, seperti yang dikatakan Pak Ketua Komisi VIII, kami mohon supaya bertoleransi terhadap saudara-saudaranya yang masih melanjutkan puasa sampai 30 seperti keputusan sidang isbat ini," ucap Nasaruddin.
"Akhirnya sebagai Menag dan mewakili pemerintah, saya menyampaikan selamat idulfitri 1447 hijriah mohon maaf lahir dan bathin," pungkasnya.
Lihat video: Idulfitri Bukan Sekadar Perayaan, Ini Makna Hakikinya
Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang memahami ada sebagian umat muslim yang merayakan hari raya pada Jumat (20/3/2026) esok. Namun demikian, ia mengimbau pada seluruh umat Islam untuk bertoleransi.
"Andaikan ada masyarakat yang memahami dan percaya, memutuskan bahwa 1 Syawal di hari esok Jumat, bisa ditoleransi dan ini tidak menjadi perbedaan di antara kita sebagai umat Muslim, dan mari kita menjaga ukhuwah dengan baik," kata Marwan.
"Saya dari Komisi VIII mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1444 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin," katanya.
(cip)
Lihat Juga :