Hadiri Bimtek Relawan Dapur MBG, Zulhas: Program MBG Sesuai Cita-cita Kemerdekaan
Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:13 WIB
loading...
Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyebut penguasaan sektor pangan kunci entaskan kemiskinan struktural. Foto/istimewa
A
A
A
BEKASI - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyebut penguasaan sektor pangan kunci entaskan kemiskinan struktural. Untuk itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan cita-cita kemerdekaan bangsa.
Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri bimbingan teknis keamanan pangan yang diselenggarakan Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Ball Room Hotel Grand Travello Bekasi juga diisi dengan buka puasa bersama ratusan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Jabodetabek.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia Heikal Safar bersama istrinya Nofalia. Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional (BGN) Brigjen TNI (Purn) Sarwono, Ketua Umum Yayasan Forum Alumni Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (FAAHMI) Abdul Malik dan Sekjen Lampung Perantauan Wawan,
Baca juga: Bimtek MBG dan SLHS Perkuat Standar Higiene dan Keamanan Pangan di SPPG
Dalam kesempatan itu, Zulhas juga mengapresiasi kegiatan Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia yang dipimpin Heikal Safar bersama istrinya, Nofalia. Keduanya memiliki kepedulian sosial dan aktif mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam program ketahanan pangan. Termasuk upaya meningkatkan gizi anak- anak Indonesia dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
“Program MBG tetap berjalan selama Ramadan dengan penyesuaian menu makanan kering yang bisa dibawa pulang dan waktu pembagian terutama untuk siswa muslim dan pesantren yang tadinya siang hari digeser ke sore hari menjelang berbuka puasa,” katanya, Sabtu (14/3/2026).
Zulhas menegaskan arah kebijakan pangan nasional saat ini difokuskan untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi secara penuh ke tangan rakyat. Zulhas menyebut sektor pangan wajib menjadi fondasi utama pembangunan agar makna kemerdekaan dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lihat video: MBG Tetap Dibagikan Selama Ramadan, Begini Penjelasan Kepala BGN
Mantan Ketua MPR RI ini juga menyinggung perjalanan panjangnya mendukung Presiden Prabowo Subianto yang telah berlangsung selama 15 tahun. Meski harus melewati berbagai dinamika politik yang berliku. Zulhas juga menegaskan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto tidak pernah luntur sedikit pun.
Menurut Zulhas kebijakan Presiden Prabowo sangat sejalan dengan cita-cita kemerdekaan bangsa. Ekonomi ditempatkan sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat, bukan semata-mata mengejar angka pertumbuhan.
“Program-program dan kebijakan-kebijakannya itu, ingin meluruskan cita-cita kita merdeka. Pasal 33, ekonomi Pancasila, kedaulatan tangan rakyat, kebersamaan gotong royong," jelasnya.
Zulhas menambahkan dalam ajaran Islam, keberpihakan kepada kaum miskin dan kelompok yang susah ini selaras dengan prinsip teologi al-ma’un. Sejak awal dukungannya diberikan, pencapaian swasembada pangan telah menjadi kesepakatan utama. Zulhas meyakini penguasaan sektor pangan oleh rakyat adalah kunci krusial untuk mengentaskan kemiskinan struktural.
"Saya bersama istri selaku pimpinan dan seluruh karyawan dapur SPPG Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menko Pangan Zulkifli Hasan, yang telah memberikan energi tambahan, inspirasi, dan memotivasi dalam memimpin Yayasan Salman Peduli Berkarya yang bergerak dalam bidang penyediaan dapur makanan bergizi dan halal supaya ke depannya untuk lebih lagi,” katanya.
Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri bimbingan teknis keamanan pangan yang diselenggarakan Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Ball Room Hotel Grand Travello Bekasi juga diisi dengan buka puasa bersama ratusan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Jabodetabek.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia Heikal Safar bersama istrinya Nofalia. Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional (BGN) Brigjen TNI (Purn) Sarwono, Ketua Umum Yayasan Forum Alumni Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (FAAHMI) Abdul Malik dan Sekjen Lampung Perantauan Wawan,
Baca juga: Bimtek MBG dan SLHS Perkuat Standar Higiene dan Keamanan Pangan di SPPG
Dalam kesempatan itu, Zulhas juga mengapresiasi kegiatan Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia yang dipimpin Heikal Safar bersama istrinya, Nofalia. Keduanya memiliki kepedulian sosial dan aktif mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam program ketahanan pangan. Termasuk upaya meningkatkan gizi anak- anak Indonesia dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
“Program MBG tetap berjalan selama Ramadan dengan penyesuaian menu makanan kering yang bisa dibawa pulang dan waktu pembagian terutama untuk siswa muslim dan pesantren yang tadinya siang hari digeser ke sore hari menjelang berbuka puasa,” katanya, Sabtu (14/3/2026).
Zulhas menegaskan arah kebijakan pangan nasional saat ini difokuskan untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi secara penuh ke tangan rakyat. Zulhas menyebut sektor pangan wajib menjadi fondasi utama pembangunan agar makna kemerdekaan dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lihat video: MBG Tetap Dibagikan Selama Ramadan, Begini Penjelasan Kepala BGN
Mantan Ketua MPR RI ini juga menyinggung perjalanan panjangnya mendukung Presiden Prabowo Subianto yang telah berlangsung selama 15 tahun. Meski harus melewati berbagai dinamika politik yang berliku. Zulhas juga menegaskan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto tidak pernah luntur sedikit pun.
Menurut Zulhas kebijakan Presiden Prabowo sangat sejalan dengan cita-cita kemerdekaan bangsa. Ekonomi ditempatkan sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat, bukan semata-mata mengejar angka pertumbuhan.
“Program-program dan kebijakan-kebijakannya itu, ingin meluruskan cita-cita kita merdeka. Pasal 33, ekonomi Pancasila, kedaulatan tangan rakyat, kebersamaan gotong royong," jelasnya.
Zulhas menambahkan dalam ajaran Islam, keberpihakan kepada kaum miskin dan kelompok yang susah ini selaras dengan prinsip teologi al-ma’un. Sejak awal dukungannya diberikan, pencapaian swasembada pangan telah menjadi kesepakatan utama. Zulhas meyakini penguasaan sektor pangan oleh rakyat adalah kunci krusial untuk mengentaskan kemiskinan struktural.
"Saya bersama istri selaku pimpinan dan seluruh karyawan dapur SPPG Yayasan Salman Peduli Berkarya dan Yayasan Garuda Biru Indonesia mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menko Pangan Zulkifli Hasan, yang telah memberikan energi tambahan, inspirasi, dan memotivasi dalam memimpin Yayasan Salman Peduli Berkarya yang bergerak dalam bidang penyediaan dapur makanan bergizi dan halal supaya ke depannya untuk lebih lagi,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :