ISKI Dorong Peran Strategis Komunikasi untuk Kedaulatan Bangsa dan Perdamaian Dunia
Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:09 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Pakar Komunikasi Politik: Pemerintah Perlu Miliki Protokol Komunikasi Bencana
Mengusung tema “Communication for National Sovereignty and Global Peace”, kepengurusan baru ISKI diharapkan mampu memperkuat kontribusi strategis ilmu komunikasi dalam menjaga kedaulatan informasi bangsa, memperkuat identitas nasional, serta mendorong dialog global yang konstruktif dan berorientasi pada perdamaian.
ISKI sendiri merupakan organisasi profesi yang menghimpun sarjana komunikasi Indonesia yang berdiri sejak 12 Oktober 1983. Organisasi ini memiliki tujuan untuk mengembangkan ilmu komunikasi serta mengabdikan keahlian para anggotanya bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan secara luas.
Pelantikan pengurus baru ini juga menandai komitmen ISKI untuk memperkuat peran sarjana komunikasi sebagai aktor penting dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Di tengah perkembangan teknologi digital, komunikasi tidak hanya memengaruhi cara masyarakat berinteraksi, tetapi juga menentukan arah kebijakan publik, dinamika demokrasi, hingga hubungan antarbangsa.
Kepengurusan ISKI periode 2026–2030 diisi oleh kalangan akademisi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia. Selain itu, kepengurusan periode ini juga diisi oleh praktisi dari berbagai perusahaan swasta dan lembaga-lembaga pemerintah.
Kepengurusan periode ini akan fokus mengusung sejumlah agenda strategis, di antaranya Penguatan Ekosistem Keilmuan Komunikasi, Peningkatan Literasi Media dan Informasi, Penguatan Diplomasi Komunikasi Indonesia, dan Pengembangan Kompetensi Profesional Sarjana Komunikasi.
Melalui serangkaian program tersebut, ISKI akan mendorong pengembangan riset komunikasi yang relevan dengan isu-isu strategis seperti transformasi digital, komunikasi krisis, komunikasi kebijakan publik, hingga diplomasi komunikasi global. Selain itu, di tengah maraknya misinformasi dan disinformasi di ruang digital, ISKI berkomitmen memperkuat literasi media masyarakat agar mampu memahami, memverifikasi, dan menggunakan informasi secara kritis dan bertanggung jawab.
Mengusung tema “Communication for National Sovereignty and Global Peace”, kepengurusan baru ISKI diharapkan mampu memperkuat kontribusi strategis ilmu komunikasi dalam menjaga kedaulatan informasi bangsa, memperkuat identitas nasional, serta mendorong dialog global yang konstruktif dan berorientasi pada perdamaian.
ISKI sendiri merupakan organisasi profesi yang menghimpun sarjana komunikasi Indonesia yang berdiri sejak 12 Oktober 1983. Organisasi ini memiliki tujuan untuk mengembangkan ilmu komunikasi serta mengabdikan keahlian para anggotanya bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan secara luas.
Pelantikan pengurus baru ini juga menandai komitmen ISKI untuk memperkuat peran sarjana komunikasi sebagai aktor penting dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Di tengah perkembangan teknologi digital, komunikasi tidak hanya memengaruhi cara masyarakat berinteraksi, tetapi juga menentukan arah kebijakan publik, dinamika demokrasi, hingga hubungan antarbangsa.
Kepengurusan ISKI periode 2026–2030 diisi oleh kalangan akademisi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia. Selain itu, kepengurusan periode ini juga diisi oleh praktisi dari berbagai perusahaan swasta dan lembaga-lembaga pemerintah.
Kepengurusan periode ini akan fokus mengusung sejumlah agenda strategis, di antaranya Penguatan Ekosistem Keilmuan Komunikasi, Peningkatan Literasi Media dan Informasi, Penguatan Diplomasi Komunikasi Indonesia, dan Pengembangan Kompetensi Profesional Sarjana Komunikasi.
Melalui serangkaian program tersebut, ISKI akan mendorong pengembangan riset komunikasi yang relevan dengan isu-isu strategis seperti transformasi digital, komunikasi krisis, komunikasi kebijakan publik, hingga diplomasi komunikasi global. Selain itu, di tengah maraknya misinformasi dan disinformasi di ruang digital, ISKI berkomitmen memperkuat literasi media masyarakat agar mampu memahami, memverifikasi, dan menggunakan informasi secara kritis dan bertanggung jawab.
Lihat Juga :