Menhan Sjafrie Bertemu Wakil PM Australia, Bahas Pengembangan Fasilitas Militer di Morotai
Kamis, 12 Maret 2026 - 16:22 WIB
loading...
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Pertemuan keduanya yang berlangsung sekitar satu setengah jam, dimulai pukul 09.04 WIB hingga 10.18 WIB ini membahas berbagai isu strategis.
Sjafrie menjelaskan, pertemuan dilakukan dalam dua sesi, yakni pembicaraan empat mata (one-on-one) dan pertemuan bilateral yang melibatkan delegasi dari kedua negara. Dalam sesi tertutup tersebut, Sjafrie memaparkan kebijakan pertahanan Indonesia, terutama yang berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas nasional.
“Kemudian habis itu saya juga cerita mengenai bagaimana kita update mengenai perkembangan global yang juga mempunyai pengaruh kepada Indonesia,” ujar Sjafrie, Kamis (12/3/2026).
Baca juga: Prabowo Bertemu Wakil PM Australia Richard Marles, Pertemuan Hangat Dua Sahabat Lama
Selain membahas dinamika global, kedua menteri juga mendiskusikan penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia. Kerja sama itu tidak hanya dilakukan secara bilateral, tetapi juga diarahkan pada format trilateral dengan melibatkan Papua Nugini, terutama dalam peningkatan profesionalisme sektor pertahanan.
Sjafrie menyebut gagasan kerja sama tersebut juga berpotensi diperluas dengan melibatkan Jepang bersama Indonesia dan Australia dalam penguatan kapasitas dan profesionalisme militer.
Lihat video: Menhan Sjafrie Kunjungi Batalyon Teritorial Pembangunan 857/Gana Gajahsora
Pertemuan tersebut turut menyinggung kemungkinan pengembangan fasilitas pelatihan militer di Morotai. Kawasan itu memiliki nilai historis karena pernah menjadi pangkalan militer penting pada masa Perang Dunia II dan masih menyimpan sejumlah infrastruktur pertahanan yang dapat dimanfaatkan kembali.
“Kita akan sama-sama memperbaiki (infrastruktur pertahanan di Morotai) dan kita sama-sama gunakan,” kata Sjafrie.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara juga membahas percepatan implementasi perjanjian kerja sama pertahanan yang dikenal sebagai Jakarta Treaty Indonesia–Australia 2026. Kesepakatan itu sebelumnya ditandatangani Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Jakarta pada Februari lalu.
Menurut Sjafrie, pembahasan juga menyinggung pentingnya hubungan personal antarpejabat dalam memperkuat hubungan antarnegara.
“Tadi kita bicara cukup lama hal ini. Nah itulah yang membuat kami merasa lebih dekat karena ternyata satu kenyataan bahwa hubungan negara dengan negara itu sangat tergantung daripada hubungan personal dengan personal di dalam negara atau institusi itu,” ujar dia.
Sjafrie menjelaskan, pertemuan dilakukan dalam dua sesi, yakni pembicaraan empat mata (one-on-one) dan pertemuan bilateral yang melibatkan delegasi dari kedua negara. Dalam sesi tertutup tersebut, Sjafrie memaparkan kebijakan pertahanan Indonesia, terutama yang berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas nasional.
“Kemudian habis itu saya juga cerita mengenai bagaimana kita update mengenai perkembangan global yang juga mempunyai pengaruh kepada Indonesia,” ujar Sjafrie, Kamis (12/3/2026).
Baca juga: Prabowo Bertemu Wakil PM Australia Richard Marles, Pertemuan Hangat Dua Sahabat Lama
Selain membahas dinamika global, kedua menteri juga mendiskusikan penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia. Kerja sama itu tidak hanya dilakukan secara bilateral, tetapi juga diarahkan pada format trilateral dengan melibatkan Papua Nugini, terutama dalam peningkatan profesionalisme sektor pertahanan.
Sjafrie menyebut gagasan kerja sama tersebut juga berpotensi diperluas dengan melibatkan Jepang bersama Indonesia dan Australia dalam penguatan kapasitas dan profesionalisme militer.
Lihat video: Menhan Sjafrie Kunjungi Batalyon Teritorial Pembangunan 857/Gana Gajahsora
Pertemuan tersebut turut menyinggung kemungkinan pengembangan fasilitas pelatihan militer di Morotai. Kawasan itu memiliki nilai historis karena pernah menjadi pangkalan militer penting pada masa Perang Dunia II dan masih menyimpan sejumlah infrastruktur pertahanan yang dapat dimanfaatkan kembali.
“Kita akan sama-sama memperbaiki (infrastruktur pertahanan di Morotai) dan kita sama-sama gunakan,” kata Sjafrie.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara juga membahas percepatan implementasi perjanjian kerja sama pertahanan yang dikenal sebagai Jakarta Treaty Indonesia–Australia 2026. Kesepakatan itu sebelumnya ditandatangani Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Jakarta pada Februari lalu.
Menurut Sjafrie, pembahasan juga menyinggung pentingnya hubungan personal antarpejabat dalam memperkuat hubungan antarnegara.
“Tadi kita bicara cukup lama hal ini. Nah itulah yang membuat kami merasa lebih dekat karena ternyata satu kenyataan bahwa hubungan negara dengan negara itu sangat tergantung daripada hubungan personal dengan personal di dalam negara atau institusi itu,” ujar dia.
(cip)
Lihat Juga :