Prabowo Siapkan Inpres-Keppres Konservasi, Menhut: Pak Presiden Peduli Satwa-Taman Nasional

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:15 WIB
loading...
Prabowo Siapkan Inpres-Keppres...
Menhut Raja Juli Antoni mengungkapkan kepedulian Presiden Prabowo Subianto pada konservasi satwa dan taman nasional dengan menyiapkan dua kebijakan strategis. Foto/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan kepedulian Presiden Prabowo Subianto pada konservasi satwa dan taman nasional. Hal ini dibuktikan dengan tengah disiapkannya dua kebijakan strategis untuk memperkuat konservasi satwa dan pengelolaan taman nasional di Indonesia.

Menurut Menhut Raja Juli, dua kebijakan yang sedang disiapkan Presiden yakni Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat Gajah Sumatera serta Gajah Borneo, serta Keputusan Presiden (Keppres) tentang pembentukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional.

Baca juga: Inggris Komitmen Bantu Indonesia Pulihkan 57 Taman Nasional

“Saya baru saja diterima oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto dan kami membicarakan beberapa hal penting yang insyaAllah akan bermanfaat bagi kelestarian hutan dan konservasi satwa kita,” ujar Raja Juli, usai pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).



Ia menjelaskan, Inpres penyelamatan gajah menjadi langkah penting karena kondisi habitat gajah di Indonesia semakin terancam. Menhut Raja Antoni mengatakan banyak aktivis konservasi nasional yang menilai Prabowo sebagai presiden yang paling peduli terhadap konservasi satwa dan taman nasional Indonesia.

“Saya banyak bertemu dengan aktivis konservasi internasional maupun Indonesia, dan mereka sangat mengapresiasi, mereka mengatakan bahwa Pak Presiden Prabowo Subianto adalah Presiden yang paling peduli terhadap konservasi satwa dan taman nasional Indonesia,” ujar Raja Antoni.

Baca juga: Tolak Relokasi, Ribuan Warga Tesso Nilo Geruduk Kantor Gubernur Riau

Raja Juli menjelaskan, secara ilmiah dahulu terdapat 42 kantong habitat gajah di Indonesia. Namun kini jumlahnya tersisa sekitar 21 kantong saja. Melalui Inpres tersebut, kata Menhut, Presiden akan menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung upaya penyelamatan populasi gajah, termasuk pembentukan area preservasi dan koridor satwa di berbagai kawasan, termasuk di area Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan di Sumatera.

Koridor ini penting agar gajah dapat berpindah dari satu kantong habitat ke kantong lainnya serta mencegah fragmentasi habitat yang dapat memicu perkawinan sedarah (inbreeding). Selain itu, Presiden juga menyiapkan Keppres untuk membentuk Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional, yang akan dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo dengan Raja Juli Antoni sebagai wakil ketua serta melibatkan tokoh ekonomi seperti Mari Elka Pangestu.

“Selama ini taman nasional kita dikelola dengan pendanaan yang sangat minim sehingga hanya menjadi cost center. Melalui satgas ini kita akan mencari pendanaan inovatif dan berkelanjutan, termasuk melibatkan sektor swasta agar taman nasional kita bisa menjadi destinasi ekowisata kelas dunia,” ujarnya.

Raja Juli menambahkan, dari 57 taman nasional yang ada di Indonesia, pemerintah akan menyiapkan beberapa proyek percontohan, salah satunya di Taman Nasional Way Kambas. Kawasan ini juga menjadi fokus penanganan konflik antara manusia dan gajah yang selama bertahun-tahun terjadi di wilayah tersebut.

“Pak Presiden bahkan menyiapkan dana Bantuan Presiden untuk pembangunan pagar atau kanal pembatas antara kawasan taman nasional dengan permukiman warga. Ini untuk mencegah konflik manusia dan gajah yang sudah berlangsung puluhan tahun,” kata Menhut.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Prabowo Jadi...
Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
LPI Minta Program Prioritas...
LPI Minta Program Prioritas Nasional Dievaluasi Agar Sesuai Arahan Presiden
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Rekomendasi
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Berita Terkini
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Pastikan Jokowi Hadiri...
Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Andi Azwan: untuk Buktikan Keaslian Ijazah
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: JPU Abaikan Sejumlah Laporan Pelapor dalam Dakwaan
Presiden Prabowo Jadi...
Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved