Platform Media Sosial, Sarana Pelanggengan Industri Kebencian?

Jum'at, 18 September 2020 - 09:51 WIB
loading...
A A A
Ini kemudian, kembali dapat dipahami, terpisah: Struktur model bisnis yang mengeksploitasi pendapatan dari tambang iklan, tak peduli pada kualitas konten. Termasuk jika itu berarti, tak peduli pada perlindungan nilai-nilai dan keagungan budaya yang dianut masyarakat. Visi pengembang platform, berfokus pada kuantitas penggemar konten. Makin banyak penggemarnya, makin berhasil konten. Sesederhana itu.

Youtube, Facebook, Twitter, Instagram maupun Pinterest, dll, tak peduli adanya konten prank yang merugikan masyarakat, hoaks, disinformasi, maupun ujaran kebencian yang tersebar luas. Sepanjang penggemarnya banyak, konten didorong untuk terus diproduksi dan didistribusikan, lewat platform. Sebab saat konsumsi terjadi, sisipan iklan yang menggembungkan pundi-pundi pendapatan, terus berlangsung.

Sayang dalam realitasnya, ini semua belum tersentuh dan dapat ditapis lewat mekanisme negara. Harusnya lewat pengaturan dan pengawasan berbasis undang-undang, produksi dan distribusi konten buruk dapat dicegah.

Hari ini, konten yang bertentangan dengan kepentingan nilai-nilai yang dianut masyarakat, berseliweran bebas setiap menit lewat platform. Sementara pendapatan iklan terus dinikmati pengembang platform, banyak negara diambang segregasi sosial. Ini termasuk diakibatkan pertikaian tak berkesudahan, pasca pemilu yang telah lama berlangsung: Amerika, Indonesia, Brasil. Maupun pertikaian-pertikaian lain akibat terjebat dalam filter bubble dan echo chamber, yang didalangi algoritma.

Dalam The business of Hate Media: How Google and Facebook Make Online Harassment and Disinformation Both Possible and Profitable, Kris Shaffer, 2017 menyatakan hal senada.

“Ada jaringan besar platform dan arsitektur periklanan, yang membuat media kebencian jadi mungkin dan menguntungkan. Perusahaan platform global seperti Google dan Facebook berada di pusat jaringan itu. Perusahaan-perusahaan itu menyediakan sebagian besar sumber daya keuangan yang menopangnya. Ini membawa pada pemahaman, bagaimana kebencian-dan sepupu dekatnya, disinformasi- menyebar. Dengan memahami mekanismenya, berarti kita dapat memberikan tekanan pada orang yang tepat dan mengurangi kemampuan kelompok pembenci, untuk mengatur, mempublikasikan, dan memobilisasi kebencian secara online”.

Maka kemudian, masih ingin terus kecanduan platform digital, atau mulai mempertimbangkan meninggalkannya ?
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Dilaporkan ke Bareskrim...
Dilaporkan ke Bareskrim terkait Dugaan Ujaran Kebencian, Respons Abu Janda Mengejutkan
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
Polemik Paskibraka Sulsel,...
Polemik Paskibraka Sulsel, Pengamat Wanti-wanti Tidak Jadi Ajang Politik Praktis
Rekomendasi
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Berita Terkini
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Infografis
Garuda Biru Tolak PPN...
Garuda Biru Tolak PPN 12% Menggema di Media Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved