Konflik Timteng, Prabowo Perintahkan Kemenhaj Siapkan Skenario Keselamatan Jemaah Haji
Rabu, 11 Maret 2026 - 06:13 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kemenhaj membuat skenario keselamatan jemaah Indonesia menjelang keberangkatan haji 2026. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) membuat skenario keselamatan jemaah Indonesia menjelang keberangkatan haji 2026. Hal itu menyikapi perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang hingga kini masih berlangsung.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara membahas tentang musim haji.
"Kebetulan saya dan Pak Menteri sempat berkonsultasi, minta arahan dari Presiden. Pesan Presiden satu, fokus beliau ingin memastikan keselamatan jamaah haji, itu yang paling penting. Jadi, siapkan berbagai skenario," ujarnya, Selasa malam (10/3/2026).
Baca juga: Nuzulul Quran di Istana, Prabowo: Semoga Menambah Kebaikan-Keberkahan
Menurut Dahnil, Presiden Prabowo memerintahkan agar disiapkan berbagai skenario yang berorientasi utama pada kepastian keselamatan jemaah Indonesia di tengah kondisi konflik global antara AS-Israel melawan Iran. Sebabnya, jemaah Indonesia bakal menunaikan keberangkatan haji kloter pertama di 22 April 2026.
Skenario itu, kata Dahnil, harus disiapkan baik saat kondisi konflik belum ada perubahan maupun saat ada penurunan eskalasi konflik. Maka itu, pihaknya bakal membahas skenario tersebut bersama DPR RI.
"Petunjuk presiden adalah semua kondisi atau semua skenario harus dipersiapkan, orientasinya keselamatan jemaah yang utama. Jadi, kami akan membahas besok (hari ini) dengan DPR, juga berbagai skenario, apabila konflik menunjukkan tanda-tanda membahayakan jemaah haji kita dan kalau tidak membahayakan seperti apa," tuturnya.
Lihat video: Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah, Presiden Prabowo: Kita Harus Siap Menghadapi Kesulitan
Dahnil menerangkan, putusan tentang penyelenggaraan haji, baik pemberangkatan atau menundanya bakal dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Presiden Prabowo juga bakal melihat kondisi tersebut dan pihaknya bakal memberikan saran sebelum putusan itu dibuat.
"Keputusan penyelenggaraan haji seperti apa, apakah kita akan tetap memberangkatkan atau tidak, itu atas pertimbangan banyak hal, yang jelas nanti Presiden akan melihat kondisinya dan kami akan memberikan masukan pada Presiden, yang jelas demi keselamatan jamaah yang pertama dan yang utama," bebernya.
Danhil menambahkan, diharapkan eskalasi konflik di Timur Tengah bisa menurun sehingga musim haji bisa dilakukan dengan baik. Lantas, jemaah haji Indonesia bisa melakukan hajinya itu dengan baik pula.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara membahas tentang musim haji.
"Kebetulan saya dan Pak Menteri sempat berkonsultasi, minta arahan dari Presiden. Pesan Presiden satu, fokus beliau ingin memastikan keselamatan jamaah haji, itu yang paling penting. Jadi, siapkan berbagai skenario," ujarnya, Selasa malam (10/3/2026).
Baca juga: Nuzulul Quran di Istana, Prabowo: Semoga Menambah Kebaikan-Keberkahan
Menurut Dahnil, Presiden Prabowo memerintahkan agar disiapkan berbagai skenario yang berorientasi utama pada kepastian keselamatan jemaah Indonesia di tengah kondisi konflik global antara AS-Israel melawan Iran. Sebabnya, jemaah Indonesia bakal menunaikan keberangkatan haji kloter pertama di 22 April 2026.
Skenario itu, kata Dahnil, harus disiapkan baik saat kondisi konflik belum ada perubahan maupun saat ada penurunan eskalasi konflik. Maka itu, pihaknya bakal membahas skenario tersebut bersama DPR RI.
"Petunjuk presiden adalah semua kondisi atau semua skenario harus dipersiapkan, orientasinya keselamatan jemaah yang utama. Jadi, kami akan membahas besok (hari ini) dengan DPR, juga berbagai skenario, apabila konflik menunjukkan tanda-tanda membahayakan jemaah haji kita dan kalau tidak membahayakan seperti apa," tuturnya.
Lihat video: Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah, Presiden Prabowo: Kita Harus Siap Menghadapi Kesulitan
Dahnil menerangkan, putusan tentang penyelenggaraan haji, baik pemberangkatan atau menundanya bakal dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Presiden Prabowo juga bakal melihat kondisi tersebut dan pihaknya bakal memberikan saran sebelum putusan itu dibuat.
"Keputusan penyelenggaraan haji seperti apa, apakah kita akan tetap memberangkatkan atau tidak, itu atas pertimbangan banyak hal, yang jelas nanti Presiden akan melihat kondisinya dan kami akan memberikan masukan pada Presiden, yang jelas demi keselamatan jamaah yang pertama dan yang utama," bebernya.
Danhil menambahkan, diharapkan eskalasi konflik di Timur Tengah bisa menurun sehingga musim haji bisa dilakukan dengan baik. Lantas, jemaah haji Indonesia bisa melakukan hajinya itu dengan baik pula.
(cip)
Lihat Juga :