Sejumlah Tokoh Sowan ke JK, Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik
Minggu, 08 Maret 2026 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
Senada, Andhyta F. Utami (Afu) dari Think Policy menyoroti pentingnya peran institusi dan pengembalian marwah trias politica serta check and balance. Menurutnya, proses kebijakan publik harus berbasis akuntabilitas dan pelembagaan yang baik, bukan pendekatan indivudual. "Ditambah peran masyarakat sipil makin terpinggir dan sulit memberi masukan, seolah diisolasi," ungkap Afu.
Selain dihadiri oleh tokoh di atas, pertemuan ini dihadiri oleh spektrum tokoh yang luas lintas sektor dan lintas generasi. Dari sektor korporasi hadir tokoh senior Anton J. Supit bersama William Sabandar (IBC) hingga Arief Zulkifli (CEO Tempo). Sektor masyarakat sipil dan akademisi diperkuat Diah Saminarsih (CISDI), Yanuar Nugroho (Nalar Institute), Titi Anggraeni (Perludem), hingga Mandira Bienna Elmir (FIM). Sementara dari unsur birokrasi, hadir sejumlah ASN muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Jusuf Kalla menegaskan posisinya yang siap memberikan masukan bagi perbaikan negara. "Tidak ada pembicaraan yang bertujuan mengganggu, apalagi menjatuhkan," tegas JK. Dia menambahkan bahwa tanpa evaluasi kebijakan dan konsep yang baik, Indonesia akan menghadapi situasi sulit di masa depan, terutama di sektor dunia usaha, pendidikan, dan kesehatan.
Selain dihadiri oleh tokoh di atas, pertemuan ini dihadiri oleh spektrum tokoh yang luas lintas sektor dan lintas generasi. Dari sektor korporasi hadir tokoh senior Anton J. Supit bersama William Sabandar (IBC) hingga Arief Zulkifli (CEO Tempo). Sektor masyarakat sipil dan akademisi diperkuat Diah Saminarsih (CISDI), Yanuar Nugroho (Nalar Institute), Titi Anggraeni (Perludem), hingga Mandira Bienna Elmir (FIM). Sementara dari unsur birokrasi, hadir sejumlah ASN muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Jusuf Kalla menegaskan posisinya yang siap memberikan masukan bagi perbaikan negara. "Tidak ada pembicaraan yang bertujuan mengganggu, apalagi menjatuhkan," tegas JK. Dia menambahkan bahwa tanpa evaluasi kebijakan dan konsep yang baik, Indonesia akan menghadapi situasi sulit di masa depan, terutama di sektor dunia usaha, pendidikan, dan kesehatan.
(shf)
Lihat Juga :