Kejagung Buru Riza Chalid, Pakar Hukum: Negara Tidak Boleh Kalah

Minggu, 08 Maret 2026 - 06:06 WIB
loading...
Kejagung Buru Riza Chalid,...
Riza Chalid. Foto: Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Pakar Hukum dari Universitas Jenderal Soedirman Prof Hibnu Nugroho menuturkan bahwa negara tidak boleh kalah dari Riza Chalid. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) diharapkan membantu Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam memulangkan tersangka kasus tata kelola minyak mentah tersebut.

Hal tersebut dikatakan Hibnu saat diminta tanggapan mengenai belum tertangkapnya Riza Chalid. Sekalipun pemerintah sudah mengeluarkan red notice yang meminta bantuan interpol dari berbagai negara, hingga kini Riza Chalid belum tertangkap juga.

“Negara tidak boleh kalah dari Riza Chalid. Negara tidak boleh kalah dalam kasus ini,” ujar Hibnu, dikutip Minggu (8/3/2026).

Baca juga: Anak Riza Chalid Divonis 15 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar terkait Kasus Tata Kelola Minyak



Dia berpendapat, pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan pemerintah adalah segera memulangkan Riza Chalid ke Indonesia. “Karena orang ini kan tanda petiknya The Big-nya. Jika ketemu, mungkin ia akan bisa memberikan informasi yang lain (orang yang terlibat),” kata Hibnu.

Hibnu menduga kasus yang terungkap sekarang masih ranting-ranting saja. Sementara pihak lain yang lebih berkuasa belum bisa terungkap. Peluang terungkap akan lebih besar jika Riza Chalid bisa dipulangkan dan diperiksa Kejagung. “Ini kan baru rantingnya, pohonnya belum ketemu,” imbuhnya.

Menurut Hibnu, sulitnya menangkap dan memulangkan Riza Chalid karena ada sistem hukum yang berbeda di setiap negara. Biasanya pelaku kejahatan yang bersembunyi di luar negeri, memilih negara yang punya sistem hukum yang berbeda. “Sembunyi di negara yang sulit bekerja sama dengan Indonesia,” ungkap Hibnu.

Dalam kondisi seperti ini, lanjutnya, peran negara sangatlah penting. Sementara itu, Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia Prof. Suparji Achmad mengatakan Kemenlu diharapkan membantu Kejjagung memulangkan Riza Chalid.

Menurutnya, jika sudah jelas keberadaan Riza Chalid, kata Suparji, maka harus dilakukan diplomasi timbal balik perkara pidana. “Apakah yang bersangkutan mau kembali atau tidak boleh kembali karena dianggap berjasa di negara yang bersangkutan (negara tempat melarikan diri),” ujar Suparji.

Bisa saja Riza Chalid dilindungi oleh nagara tempat melarikan diri karena dianggap berjasa. Dengan demikian, diplomasi Indonesia harus menjelaskan sehingga negara tersebut memahami bahwa orang ini adalah pelaku kejahatan, yang harus segera dipulangkan ke Indonesia.

“Jadi ini masalah diplomasi kerja sama internasional yang harus diselesaikan,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Begini Tampang Lesu...
Begini Tampang Lesu Eks Kepala BGN Diborgol dan Pakai Baju Tahanan Kejagung
Buru Pemasok Sabu Jaringan...
Buru Pemasok Sabu Jaringan The Doctor, Bareskrim Polri Ajukan Red Notice
Kejagung Setor Rp10,2...
Kejagung Setor Rp10,2 Triliun Hasil Penertiban Kawasan Hutan ke Negara
Rekomendasi
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved