Perang Hibrida AS-Israel vs Iran, Pengamat: Indonesia Bisa Ambil Peran sebagai Mediator Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 - 14:04 WIB
loading...
Perang Hibrida AS-Israel...
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mengatakan perang Iran vs Amerika-Israel yang tengah terjadi merupakan perang hibrida dengan elemen asimetrik. Foto/X/@lucaciarrocca
A A A
JAKARTA - Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel versus Iran hingga kini belum ada tanda-tanda akan berakhir. Perang hibrida yang melibatkan elemen asimetrik ini harus disikapi dengan cermat.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mengatakan perang yang tengah terjadi merupakan perang hibrida dengan elemen asimetrik yang kuat yaitu perang menggabungkan teknik perang konvensional dan perang informasi untuk mengalahkan musuhnya.

Baca juga: Perang Membara, Trump Ungkap Produsen Senjata AS akan Melipatgandakan Produksi Senjata

"Perang ini menggabungkan konfrontasi militer konvensional langsung, penggunaan proksi, perang siber, dan sabotase. Dalam perang hibrida juga ada suatu aktivitas yang merupakan perang kognitif dan informasi," ujar Nuning, panggilan akrabnya, Sabtu (7/3/2026).



"Contohnya dunia media atau media sosial (medsos) kita bisa lihat bermunculannya penggiringan opini maupun berita hoaks terkait informasi kejadian perang dengan berbagai tujuan," sambungnya.

Mantan anggota Komisi l DPR ini mengingatkan masyarakat harus berhati-hati membaca dari Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK), sebuah istilah yang marak digunakan untuk menggambarkan ancaman konten negatif di media sosial yang berpotensi memecah belah persatuan.

Perang Sengit di Lebanon, Serangan Mendadak Pasukan Perlawanan Gagalkan Pendaratan Israel

"DFK mencakup penyebaran informasi palsu, fitnah, dan ujaran kebencian yang menargetkan individu, kelompok, atau pemerintah," paparnya.

Nuning menyebut era post truth ini sangat berbahaya di mana narasi mengalahkan data, polarisasi yang kuat, dan maraknya hoaks atau berita palsu yang cepat menyebar di media sosial.

Menurut Nuning, hanya ada suatu cara untuk mengatasinya adalah dengan meningkatkan literasi media, melakukan fact-checking (cek fakta), dan berpikir kritis sebelum menyebarkan informasi.

"Jika kita melihat berbagai kejadian dalam perang ini perang asimetrik terjadi ketika kekuatan militer kedua belah pihak tidak seimbang, sehingga pihak yang lebih lemah Iran menggunakan cara-cara yang tidak konvensional untuk menghindari kekuatan lawan AS-Israel," jelasnya.

Strategi Iran dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel difokuskan pada perang berlarut atau long war (protracted war) untuk menguras daya tahan musuh, sementara AS dan Israel menggunakan pendekatan perang intensitas tinggi atau serangan cepat atau decapitation strikes (rapid military victory).

"Kita jangan terjebak pada informasi yang keliru karena akan berakibat pada kebijakan politik dalam negeri maupun luar negeri," katanya

Terlebih Presiden Prabowo telah memutuskan untuk bergabung dalam Board of Peace (BOP) yang merupakan inisiatif Presiden Amerika Donald Trump. "Kita jangan kehilangan marwah sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif," tuturnya.

Bebas atau tidak memihak (Non-Blok) dimaksudkan Indonesia tidak terikat pada pakta militer atau memihak blok kekuatan besar tertentu seperti era Perang Dingin, Blok Barat vs Timur. "Indonesia berdaulat dalam menentukan sikap dan kebijakan sendiri terhadap permasalahan internasional tanpa intervensi," tegasnya.

Sedangkan aktif yakni berperan dalam perdamaian Indonesia tidak bersikap pasif atau netral. Sebaliknya, Indonesia secara aktif berpartisipasi dalam menjaga ketertiban dunia, meredakan konflik, dan menjalin kerja sama internasional. Ini diwujudkan melalui misi perdamaian PBB.

Maka dari itu peran Indonesia harus jelas di sini, bisa saja pemerintah Indonesia mengambil peran sebagai mediator aktif (honest broker) yang netral, fokus pada de-eskalasi, dan mengutamakan diplomasi kemanusiaan.

"Tetapi kita juga harus hati-hati dan tepat menempatkan diri agar tidak berdampak negatif bagi Indonesia," ucapnya.

Dalam diplomasi, kata Nuning, Indonesia perlu berperan aktif di PBB untuk menghentikan perang dan mencegah dampak konflik yang lebih luas, termasuk potensi kenaikan harga energi.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
UMB Perkuat Diplomasi...
UMB Perkuat Diplomasi Kreatif Indonesia-Tiongkok, Pamerkan 100 Karya Desain Merek Inovatif
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Rekomendasi
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Berita Terkini
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Tersangka Baru Kasus...
Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Penangguhan Penahanan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved