Perang Hibrida AS-Israel vs Iran, Pengamat: Indonesia Bisa Ambil Peran sebagai Mediator Aktif
Sabtu, 07 Maret 2026 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Terlebih Presiden Prabowo telah memutuskan untuk bergabung dalam Board of Peace (BOP) yang merupakan inisiatif Presiden Amerika Donald Trump. "Kita jangan kehilangan marwah sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif," tuturnya.
Bebas atau tidak memihak (Non-Blok) dimaksudkan Indonesia tidak terikat pada pakta militer atau memihak blok kekuatan besar tertentu seperti era Perang Dingin, Blok Barat vs Timur. "Indonesia berdaulat dalam menentukan sikap dan kebijakan sendiri terhadap permasalahan internasional tanpa intervensi," tegasnya.
Sedangkan aktif yakni berperan dalam perdamaian Indonesia tidak bersikap pasif atau netral. Sebaliknya, Indonesia secara aktif berpartisipasi dalam menjaga ketertiban dunia, meredakan konflik, dan menjalin kerja sama internasional. Ini diwujudkan melalui misi perdamaian PBB.
Maka dari itu peran Indonesia harus jelas di sini, bisa saja pemerintah Indonesia mengambil peran sebagai mediator aktif (honest broker) yang netral, fokus pada de-eskalasi, dan mengutamakan diplomasi kemanusiaan.
"Tetapi kita juga harus hati-hati dan tepat menempatkan diri agar tidak berdampak negatif bagi Indonesia," ucapnya.
Dalam diplomasi, kata Nuning, Indonesia perlu berperan aktif di PBB untuk menghentikan perang dan mencegah dampak konflik yang lebih luas, termasuk potensi kenaikan harga energi.
Bebas atau tidak memihak (Non-Blok) dimaksudkan Indonesia tidak terikat pada pakta militer atau memihak blok kekuatan besar tertentu seperti era Perang Dingin, Blok Barat vs Timur. "Indonesia berdaulat dalam menentukan sikap dan kebijakan sendiri terhadap permasalahan internasional tanpa intervensi," tegasnya.
Sedangkan aktif yakni berperan dalam perdamaian Indonesia tidak bersikap pasif atau netral. Sebaliknya, Indonesia secara aktif berpartisipasi dalam menjaga ketertiban dunia, meredakan konflik, dan menjalin kerja sama internasional. Ini diwujudkan melalui misi perdamaian PBB.
Maka dari itu peran Indonesia harus jelas di sini, bisa saja pemerintah Indonesia mengambil peran sebagai mediator aktif (honest broker) yang netral, fokus pada de-eskalasi, dan mengutamakan diplomasi kemanusiaan.
"Tetapi kita juga harus hati-hati dan tepat menempatkan diri agar tidak berdampak negatif bagi Indonesia," ucapnya.
Dalam diplomasi, kata Nuning, Indonesia perlu berperan aktif di PBB untuk menghentikan perang dan mencegah dampak konflik yang lebih luas, termasuk potensi kenaikan harga energi.
(shf)
Lihat Juga :