Kepemimpinan Prabowo Fondasi Kebangkitan Ekonomi Nasional dan Penguatan Peran Global
Kamis, 05 Maret 2026 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
Tomy menilai pendekatan ini mencerminkan pemanfaatan efek berganda (multiplier effect) dalam ekonomi. Perputaran ekonomi lokal meningkat seiring bertambahnya aktivitas produksi dan konsumsi.
Selain itu, MBG diposisikan sebagai investasi jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia. Rujukan terhadap riset internasional yang menyatakan bahwa setiap satu dolar investasi gizi dapat menghasilkan pengembalian ekonomi berlipat ganda menunjukkan bahwa kebijakan ini diarahkan pada pembangunan human capital.
Dalam perspektif pembangunan, Presiden menekankan pertumbuhan harus dimulai dari lapisan terbawah masyarakat. Paradigma ini memperluas pusat pertumbuhan ekonomi, tidak hanya bertumpu pada sektor besar atau kota-kota utama, tetapi menjangkau wilayah yang selama ini kurang tersentuh.
Bagi Tomy, MBG menjadi instrumen untuk memastikan stabilitas ekonomi lebih resilien terhadap guncangan eksternal melalui penguatan konsumsi rumah tangga dan kepastian permintaan pangan.
Dia mengakui adanya tantangan implementasi dalam program berskala nasional. Namun, dia menekankan pentingnya komitmen kepemimpinan terhadap pengawasan, evaluasi, dan perbaikan tata kelola.
Selain itu, MBG diposisikan sebagai investasi jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia. Rujukan terhadap riset internasional yang menyatakan bahwa setiap satu dolar investasi gizi dapat menghasilkan pengembalian ekonomi berlipat ganda menunjukkan bahwa kebijakan ini diarahkan pada pembangunan human capital.
Dalam perspektif pembangunan, Presiden menekankan pertumbuhan harus dimulai dari lapisan terbawah masyarakat. Paradigma ini memperluas pusat pertumbuhan ekonomi, tidak hanya bertumpu pada sektor besar atau kota-kota utama, tetapi menjangkau wilayah yang selama ini kurang tersentuh.
Bagi Tomy, MBG menjadi instrumen untuk memastikan stabilitas ekonomi lebih resilien terhadap guncangan eksternal melalui penguatan konsumsi rumah tangga dan kepastian permintaan pangan.
Dia mengakui adanya tantangan implementasi dalam program berskala nasional. Namun, dia menekankan pentingnya komitmen kepemimpinan terhadap pengawasan, evaluasi, dan perbaikan tata kelola.
Lihat Juga :