IZI Catatkan Skor Tertinggi LAZ Nasional dalam Indeks Zakat Nasional 2025
Rabu, 04 Maret 2026 - 19:33 WIB
loading...
Serah terima kunci rumah hunian sementara LAZ Nasional IZI untuk penyintas banjir Aceh. IZI mencatatkan skor tertinggi LAZ Nasional dalam Indeks Zakat Nasional 2025. Foto/LAZ Nasional IZI
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) mencatatkan skor tertinggi di antara LAZ Nasional dalam hasil Indeks Zakat Nasional (IZN) Tahun 2025 yang diumumkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. IZI memperoleh nilai 0,88, yang menempatkan lembaga ini dalam kategori tertinggi; Berkelanjutan (Sustained), dalam standar penilaian pengelolaan zakat nasional.
Pengukuran IZN tahun 2025 diikuti oleh 426 lembaga pengelola zakat di seluruh Indonesia, jumlah partisipasi tertinggi sejak indeks ini pertama kali diimplementasikan pada 2016. Secara nasional, nilai rata-rata IZN tahun ini tercatat sebesar 0,57, yang berada dalam kategori Stabil. Dengan skor 0,88, IZI berada dalam rentang 0,81–1,00, yaitu kategori tertinggi dalam klasifikasi IZN.
Baca Juga: Baznas Salurkan 625 Ton Beras Zakat Fitrah untuk 36 Provinsi
Indeks Zakat Nasional merupakan instrumen evaluasi yang dikembangkan oleh BAZNAS untuk mengukur kualitas pengelolaan zakat secara komprehensif dan terukur.
Penilaian dilakukan melalui dua dimensi utama. Dimensi Makro menilai ekosistem dan dukungan regulasi zakat di tingkat wilayah, sementara Dimensi Mikro mengevaluasi tata kelola internal lembaga, efektivitas penghimpunan dan pendistribusian, kesehatan keuangan lembaga, hingga dampak program terhadap mustahik (penerima manfaat).
Direktur Utama Inisiatif Zakat Indonesia, Wildhan Dewayana, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan refleksi dari komitmen kelembagaan dalam menjaga tata kelola yang profesional dan akuntabel.
“Capaian ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan zakat harus terus dijalankan dengan standar tata kelola yang kuat dan terukur. Kami bersyukur atas kepercayaan para donatur dan dukungan berbagai pihak yang memungkinkan IZI terus meningkatkan kualitas pelayanan serta dampak program bagi masyarakat," paparnya.
Direktur Pendayagunaan dan Pendistribusian Zakat IZI, Aan Suherlan, menambahkan bahwa capaian skor tertinggi tersebut sekaligus menghadirkan tanggung jawab untuk menjaga konsistensi kualitas program pemberdayaan.
“Masuk dalam kategori Berkelanjutan dengan skor tertinggi di antara LAZ Nasional merupakan kebanggaan sekaligus amanah besar. Tantangan kami ke depan adalah memastikan standar ini terus terjaga, serta memperluas dampak program agar semakin banyak mustahik yang mampu keluar dari kemiskinan dan hidup mandiri," imbuh Aan.
BAZNAS juga mencatat bahwa 16 provinsi dan 173 kabupaten/kota telah memasukkan Indeks Zakat Nasional sebagai salah satu indikator dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hal ini menunjukkan semakin kuatnya posisi zakat sebagai instrumen pembangunan sosial yang terukur dan berbasis data.
Dengan capaian tersebut, IZI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola lembaga yang transparan, profesional, dan berorientasi pada dampak, sejalan dengan upaya menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat yang berkelanjutan.
Pengukuran IZN tahun 2025 diikuti oleh 426 lembaga pengelola zakat di seluruh Indonesia, jumlah partisipasi tertinggi sejak indeks ini pertama kali diimplementasikan pada 2016. Secara nasional, nilai rata-rata IZN tahun ini tercatat sebesar 0,57, yang berada dalam kategori Stabil. Dengan skor 0,88, IZI berada dalam rentang 0,81–1,00, yaitu kategori tertinggi dalam klasifikasi IZN.
Baca Juga: Baznas Salurkan 625 Ton Beras Zakat Fitrah untuk 36 Provinsi
Indeks Zakat Nasional merupakan instrumen evaluasi yang dikembangkan oleh BAZNAS untuk mengukur kualitas pengelolaan zakat secara komprehensif dan terukur.
Penilaian dilakukan melalui dua dimensi utama. Dimensi Makro menilai ekosistem dan dukungan regulasi zakat di tingkat wilayah, sementara Dimensi Mikro mengevaluasi tata kelola internal lembaga, efektivitas penghimpunan dan pendistribusian, kesehatan keuangan lembaga, hingga dampak program terhadap mustahik (penerima manfaat).
Direktur Utama Inisiatif Zakat Indonesia, Wildhan Dewayana, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan refleksi dari komitmen kelembagaan dalam menjaga tata kelola yang profesional dan akuntabel.
“Capaian ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan zakat harus terus dijalankan dengan standar tata kelola yang kuat dan terukur. Kami bersyukur atas kepercayaan para donatur dan dukungan berbagai pihak yang memungkinkan IZI terus meningkatkan kualitas pelayanan serta dampak program bagi masyarakat," paparnya.
Direktur Pendayagunaan dan Pendistribusian Zakat IZI, Aan Suherlan, menambahkan bahwa capaian skor tertinggi tersebut sekaligus menghadirkan tanggung jawab untuk menjaga konsistensi kualitas program pemberdayaan.
“Masuk dalam kategori Berkelanjutan dengan skor tertinggi di antara LAZ Nasional merupakan kebanggaan sekaligus amanah besar. Tantangan kami ke depan adalah memastikan standar ini terus terjaga, serta memperluas dampak program agar semakin banyak mustahik yang mampu keluar dari kemiskinan dan hidup mandiri," imbuh Aan.
BAZNAS juga mencatat bahwa 16 provinsi dan 173 kabupaten/kota telah memasukkan Indeks Zakat Nasional sebagai salah satu indikator dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hal ini menunjukkan semakin kuatnya posisi zakat sebagai instrumen pembangunan sosial yang terukur dan berbasis data.
Dengan capaian tersebut, IZI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola lembaga yang transparan, profesional, dan berorientasi pada dampak, sejalan dengan upaya menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat yang berkelanjutan.
(mas)
Lihat Juga :