Kisah Heroik Try Sutrisno, Jadi Informan bagi Pejuang Kemerdekaan saat Melawan Penjajah
Senin, 02 Maret 2026 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
Jadi Ajudan karena Wajah Mirip Anak Presiden Soeharto
Karier Try Sutrisno mulai menanjak ketika Presiden Soeharto tengah mencari seorang ajudan. Wajahnya yang mirip dengan Tommy Soeharto, putra dari Presiden ke-2 RI Soeharto membuatnya kelak menjadi orang nomor satu di tubuh militer.
Dikutip dari buku biografinya berjudul “Jenderal TNI Try Sutrisno Sosok Arek Suroboyo” yang diterbitkan Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad) diceritakan, saat itu Presiden Soeharto tengah mencari ajudan baru untuk menggantikan Kolonel Suharso.
”Ketika itu, Soeharto meminta pada stafnya untuk menyiapkan seorang ajudan yang wajahnya mirip Tommy putranya. Setelah dicek ternyata yang mirip itu Try Sutrisno,” tulis buku tersebut dikutip SINDOnews, Senin (2/3/2026).
![Kisah Heroik Try Sutrisno, Jadi Informan bagi Pejuang Kemerdekaan saat Melawan Penjajah]()
Selain sesuai keinginan Presiden Soeharto, pengangkatan Try Sutrisno sebagai ajudan juga sesuai dengan prosedur dan kriteria di internal Angkatan Darat. Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn) Sayidiman Surjohadiprodjo mengaku, dirinya yang mengajukan Try Sutrisno sebagai calon ajudan Presiden Soeharto.
Sementara dalam buku B. Wiwoho berjudul “Memori Jenderal Yoga” diceritakan, pada suatu malam di pertengahan 1973 di Kantor Ali Murtopo di Jalan Tanah Abang III No 25, Tanah Abang Jakarta Pusat, Kolonel Prasetyo Sudarto yang merupakan senior Try Sutrisno di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad), dipanggil untuk ditugaskan menjadi ajudan Presiden Soeharto. Namun, Sudarto yang sudah terbiasa berpakaian dan berprilaku sipil karena bertugas di Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) merasa tugas menjadi ajudan cukup berat.
Sudarto pun memohon agar diizinkan menolak tugas tersebut. Ali Murtopo yang saat itu menjabat Wakil Kepala BAKIN merangkap Asisten Pribadi (Aspri) Presiden Bidang Khusus memahami alasan yang disampaikan Sudarto dan meminta masukan siapa nama yang layak dicalonkan untuk menggantikannya.
”Tatkala nama Try Sutrisno diajukan dengan sejumlah pujian dan rekomendasi positif spontan Ali Murtopo menyetujui,” tulis buku tersebut.
Karier Try Sutrisno mulai menanjak ketika Presiden Soeharto tengah mencari seorang ajudan. Wajahnya yang mirip dengan Tommy Soeharto, putra dari Presiden ke-2 RI Soeharto membuatnya kelak menjadi orang nomor satu di tubuh militer.
Dikutip dari buku biografinya berjudul “Jenderal TNI Try Sutrisno Sosok Arek Suroboyo” yang diterbitkan Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad) diceritakan, saat itu Presiden Soeharto tengah mencari ajudan baru untuk menggantikan Kolonel Suharso.
”Ketika itu, Soeharto meminta pada stafnya untuk menyiapkan seorang ajudan yang wajahnya mirip Tommy putranya. Setelah dicek ternyata yang mirip itu Try Sutrisno,” tulis buku tersebut dikutip SINDOnews, Senin (2/3/2026).

Selain sesuai keinginan Presiden Soeharto, pengangkatan Try Sutrisno sebagai ajudan juga sesuai dengan prosedur dan kriteria di internal Angkatan Darat. Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI (Purn) Sayidiman Surjohadiprodjo mengaku, dirinya yang mengajukan Try Sutrisno sebagai calon ajudan Presiden Soeharto.
Sementara dalam buku B. Wiwoho berjudul “Memori Jenderal Yoga” diceritakan, pada suatu malam di pertengahan 1973 di Kantor Ali Murtopo di Jalan Tanah Abang III No 25, Tanah Abang Jakarta Pusat, Kolonel Prasetyo Sudarto yang merupakan senior Try Sutrisno di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad), dipanggil untuk ditugaskan menjadi ajudan Presiden Soeharto. Namun, Sudarto yang sudah terbiasa berpakaian dan berprilaku sipil karena bertugas di Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) merasa tugas menjadi ajudan cukup berat.
Sudarto pun memohon agar diizinkan menolak tugas tersebut. Ali Murtopo yang saat itu menjabat Wakil Kepala BAKIN merangkap Asisten Pribadi (Aspri) Presiden Bidang Khusus memahami alasan yang disampaikan Sudarto dan meminta masukan siapa nama yang layak dicalonkan untuk menggantikannya.
”Tatkala nama Try Sutrisno diajukan dengan sejumlah pujian dan rekomendasi positif spontan Ali Murtopo menyetujui,” tulis buku tersebut.
Lihat Juga :