Langit Timur Tengah Mencekam, Negara Bentengi Nasib Jemaah Umrah RI

Senin, 02 Maret 2026 - 06:50 WIB
loading...
Langit Timur Tengah...
Kantor Urusan Haji (KUH) RI di Jeddah bergerak cepat menyiagakan tim khusus di sejumlah titik bandara guna memastikan keselamatan dan pendampingan jemaah umrah Indonesia. Foto/SindoNews.
A A A
JAKARTA - Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah kini merembet serius ke sektor penerbangan sipil global. Sejumlah negara strategis secara resmi telah menutup ruang udaranya dari segala aktivitas lalu lintas udara. Krisis regional ini secara langsung mengancam mobilitas dan nasib ribuan jemaah umrah asal Indonesia.

Efek domino dari penutupan langit Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Irak, hingga Suriah memicu potensi kekacauan jadwal penerbangan. Jemaah menjadi sangat rentan telantar atau tertahan (stranded) di bandara-bandara. Menyadari ancaman tersebut, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dan langsung mengambil alih kendali krisis di garis depan.

Kantor Urusan Haji (KUH) RI di Jeddah bergerak cepat melakukan operasi mitigasi darurat. Langkah antisipatif berskala masif digelar demi menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan warga negara. Fokus utamanya adalah mencegah terjadinya penumpukan jemaah yang kebingungan di titik-titik krusial keberangkatan.

Baca juga: Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Pantau 58.873 Jemaah Umrah Indonesia

Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, memastikan pihaknya telah menyiagakan satuan tugas khusus di episentrum pergerakan jemaah. “KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji,” ungkapnya di Jeddah, Sabtu (28/2/2026). Strategi jemput bola ini dirancang agar pendampingan jemaah yang terdampak perubahan jadwal berjalan optimal tanpa jeda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Rekomendasi
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Berita Terkini
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved