Seskab Teddy Tepis Anggaran MBG Kurangi Anggaran Pendidikan: Narasi Keliru!
Jum'at, 27 Februari 2026 - 17:08 WIB
loading...
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan narasi yang menyebut anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan anggaran pendidikan sangat keliru. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons terkait adanya narasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan anggaran pendidikan. Teddy menegaskan, narasi yang beredar tersebut sangat keliru.
“Saya ingin meluruskan pemahaman dan narasi yang keliru. Tentang apa? Jadi, kemarin ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan. Sehingga sekolah terbengkalai, kemudian guru-guru tidak diperhatikan. Jadi, saya mau jawab itu narasi yang keliru,” kata Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Baca juga: MBG Disebut Pangkas Anggaran Pendidikan, Mendikdasmen: Tidak Benar
Teddy menjelaskan program MBG bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dia menerangkan, terkait anggaran, hal itu telah melewati kesepakatan pemerintah bersama DPR termasuk tahap pengambilan kesepakatan di Badan Anggaran (Banggar) DPR.
“Kemudian pertanyaannya adalah, apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Saya jawab, tidak,” ujar dia.
Dia menegaskan, pemerintahan Presiden Prabowo tidak menyetop program pendidikan di era pemerintahan sebelumnya. Justru kata dia, program-program berorientasi peningkatan pendidikan justru ditambah.
Baca juga: DPR Tegaskan Program MBG Tak Pakai Dana Pendidikan
“Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah,” ungkapnya.
“Ada Kartu Indonesia Pintar berjalan. Ada Program Indonesia Pintar berjalan. Bahkan Presiden Prabowo menambahkan ada sekolah rakyat. Untuk apa? Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat,” sambung dia.
Teddy menambahkan, pemerintahan Presiden Prabowo juga gencar memperbaiki bangunan-bangunan sekolah yang rusak.
“Tapi, zaman Bapak Presiden Prabowo, karena dari dulu sudah rusak dan bermasalah, tapi tidak tertanggulangi, kita renovasi. Faktanya, di tahun 2025 saja, sudah ada sekitar 16.000 sekolah yang direnovasi. Datanya ada, fotonya ada, Anda bisa cek. Dengan total anggaran sekitar 17 triliun. Diwadahi oleh Mendikdasmen,” jelas dia.
“Kemudian apa lagi tambahannya? Ada TV digital untuk pembelajaran digital sekolah, anak-anak. Jumlahnya tahun 2025 sudah 280.000 TV di 280.000 sekolah. Dan bahkan tahun ini akan ditingkatkan lagi. Belum lagi nanti ada sekolah Garuda, ada sekolah terintegrasi, ada pembangunan kampus-kampus baru yang Pak Presiden ingin buat, sedang berjalan. Jadi, saya mau sampaikan, tidak ada program yang tidak dilanjutkan. Semua program berjalan dan bahkan ditambah,” pungkasnya.
“Saya ingin meluruskan pemahaman dan narasi yang keliru. Tentang apa? Jadi, kemarin ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan. Sehingga sekolah terbengkalai, kemudian guru-guru tidak diperhatikan. Jadi, saya mau jawab itu narasi yang keliru,” kata Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Baca juga: MBG Disebut Pangkas Anggaran Pendidikan, Mendikdasmen: Tidak Benar
Teddy menjelaskan program MBG bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dia menerangkan, terkait anggaran, hal itu telah melewati kesepakatan pemerintah bersama DPR termasuk tahap pengambilan kesepakatan di Badan Anggaran (Banggar) DPR.
“Kemudian pertanyaannya adalah, apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Saya jawab, tidak,” ujar dia.
Dia menegaskan, pemerintahan Presiden Prabowo tidak menyetop program pendidikan di era pemerintahan sebelumnya. Justru kata dia, program-program berorientasi peningkatan pendidikan justru ditambah.
Baca juga: DPR Tegaskan Program MBG Tak Pakai Dana Pendidikan
“Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah,” ungkapnya.
“Ada Kartu Indonesia Pintar berjalan. Ada Program Indonesia Pintar berjalan. Bahkan Presiden Prabowo menambahkan ada sekolah rakyat. Untuk apa? Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat,” sambung dia.
Teddy menambahkan, pemerintahan Presiden Prabowo juga gencar memperbaiki bangunan-bangunan sekolah yang rusak.
“Tapi, zaman Bapak Presiden Prabowo, karena dari dulu sudah rusak dan bermasalah, tapi tidak tertanggulangi, kita renovasi. Faktanya, di tahun 2025 saja, sudah ada sekitar 16.000 sekolah yang direnovasi. Datanya ada, fotonya ada, Anda bisa cek. Dengan total anggaran sekitar 17 triliun. Diwadahi oleh Mendikdasmen,” jelas dia.
“Kemudian apa lagi tambahannya? Ada TV digital untuk pembelajaran digital sekolah, anak-anak. Jumlahnya tahun 2025 sudah 280.000 TV di 280.000 sekolah. Dan bahkan tahun ini akan ditingkatkan lagi. Belum lagi nanti ada sekolah Garuda, ada sekolah terintegrasi, ada pembangunan kampus-kampus baru yang Pak Presiden ingin buat, sedang berjalan. Jadi, saya mau sampaikan, tidak ada program yang tidak dilanjutkan. Semua program berjalan dan bahkan ditambah,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :