Pejabat Publik Diminta Terbuka apabila Terpapar COVID-19
Kamis, 17 September 2020 - 20:26 WIB
loading...
A
A
A
Wiku mengakui akhir-akhir ini menemui banyak sekali kasus positif di kalangan perkantoran, khususnya pada instansi pemerintah. Namun demikian, Wiku berujar bahwa saat ini klaster penyumbang kasus terbanyak masih diduduki oleh rumah sakit, bukan perkantoran.
"Namun jumlah klaster perkantoran makin lama makin meningkat. Perlu diingat bahwa klaster adalah suatu konsentrasi atau kumpulan kasus di suatu tempat karena terjadi penularan di lokasi tersebut," katanya.
"Dan mohon agar semua pihak yang berada di perkantoran atau yang perjalanan menuju kantor atau pulang sebagai potensi penularan, yang berkontribusi pada kasus perkantoran, agar benar-benar dicegah agar tidak terjadi korban. Apakah dari klaster perkantoran atau lainnya yang makin lama makin tinggi," sambung Wiku.
Sebagaimana diketahui, sederet kepala daerah dan pejabat publik telah terpapar virus corona. Beberapa di antaranya bahkan tutup usia akibat ganasnya pandemi global ini.
Beberapa pejabat yang terinfeksi virus Corona di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Menhub Budi Karya Sumadi, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, dan lain-lain.
"Namun jumlah klaster perkantoran makin lama makin meningkat. Perlu diingat bahwa klaster adalah suatu konsentrasi atau kumpulan kasus di suatu tempat karena terjadi penularan di lokasi tersebut," katanya.
"Dan mohon agar semua pihak yang berada di perkantoran atau yang perjalanan menuju kantor atau pulang sebagai potensi penularan, yang berkontribusi pada kasus perkantoran, agar benar-benar dicegah agar tidak terjadi korban. Apakah dari klaster perkantoran atau lainnya yang makin lama makin tinggi," sambung Wiku.
Sebagaimana diketahui, sederet kepala daerah dan pejabat publik telah terpapar virus corona. Beberapa di antaranya bahkan tutup usia akibat ganasnya pandemi global ini.
Beberapa pejabat yang terinfeksi virus Corona di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Menhub Budi Karya Sumadi, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, dan lain-lain.