Fenomena Rumah Jokowi Jadi Tembok Ratapan Solo Dinilai Bermakna Satire Politik
Selasa, 24 Februari 2026 - 21:13 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak sedikit buzzer yang kemudian hidup dari Solo misalnya. Sehingga ketika banyak buzzer yang bergantung kepada Solo, seolah-olah Solo titik itu disebut sebagai ratapan itu dari tempat permohonan untuk mendapatkan macam-macam,” ujarnya.
Baca juga: Ubedilah Badrun: Jokowi Masih Menempatkan Diri sebagai Politisi, Bukan Negarawan
“Nah, saya kira mungkin itu satir ya dari masyarakat yang mungkin mulai sudah banyak cara untuk melakukan kritik lalu tidak ketemu, lalu ketemulah Tembok Ratapan itu,” sambungnya.
Ia juga menyinggung asal-usul istilah “Tembok Ratapan” yang secara historis merujuk pada situs suci di Israel, yang dikenal sebagai tempat ibadah dan doa umat Yahudi. Dalam konteks ini, Ubedilah menilai warganet mungkin tengah membangun analogi simbolik yang bersifat kritik.
“Yang kedua, tafsirnya bisa juga Solo itu seperti berjejaring dengan Yahudi. Zionis. Di mana kemudian Israel hari ini dipersepsikan sebagai negara yang melakukan tindakan pembunuhan terhadap warga Gaza. Jadi ini satirnya bisa ditafsirkan banyak ya sebetulnya multitafsir gitu. Multitafsir dan mestinya ya Solo di momentum Ramadan ini mesti bertobat ya,” pungkasnya.
Baca juga: Ubedilah Badrun: Jokowi Masih Menempatkan Diri sebagai Politisi, Bukan Negarawan
“Nah, saya kira mungkin itu satir ya dari masyarakat yang mungkin mulai sudah banyak cara untuk melakukan kritik lalu tidak ketemu, lalu ketemulah Tembok Ratapan itu,” sambungnya.
Ia juga menyinggung asal-usul istilah “Tembok Ratapan” yang secara historis merujuk pada situs suci di Israel, yang dikenal sebagai tempat ibadah dan doa umat Yahudi. Dalam konteks ini, Ubedilah menilai warganet mungkin tengah membangun analogi simbolik yang bersifat kritik.
“Yang kedua, tafsirnya bisa juga Solo itu seperti berjejaring dengan Yahudi. Zionis. Di mana kemudian Israel hari ini dipersepsikan sebagai negara yang melakukan tindakan pembunuhan terhadap warga Gaza. Jadi ini satirnya bisa ditafsirkan banyak ya sebetulnya multitafsir gitu. Multitafsir dan mestinya ya Solo di momentum Ramadan ini mesti bertobat ya,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :