Mari Elka Pangestu Ungkap Indonesia Pernah Menang Lawan AS di WTO soal Larangan Kretek

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:20 WIB
loading...
Mari Elka Pangestu Ungkap...
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengungkap pengalaman Indonesia memenangkan gugatan melawan AS di WTO terkait kebijakan diskriminatif pelarangan rokok kretek. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengungkap pengalaman Indonesia memenangkan gugatan melawan Amerika Serikat di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait kebijakan diskriminatif pelarangan rokok kretek Indonesia. Kebijakan AS saat itu secara terang melanggar prinsip paling fundamental WTO yakni non-diskriminasi.

“Waktu itu Amerika melarang ekspor kretek dari Indonesia dengan alasan kesehatan, tapi mentol tidak dilarang. Padahal, sama-sama rokok berperasa. Ini jelas diskriminatif,” ujar Mari Elka, Selasa (24/2/2026).

AS berdalih bahwa rokok kretek yang menggunakan cengkeh lebih berbahaya dan dapat membuat anak muda kecanduan. Namun, klaim tersebut tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.

Baca juga: Mari Elka Beberkan Pengaruh BRICS bagi Indonesia, Singgung Dedolarisasi

“Kami minta Amerika membuktikan bahwa cengkeh lebih membuat adiktif dibanding mentol. Mereka tidak bisa membuktikan. Dalam WTO, larangan seperti itu harus disertai pembuktian. Karena tidak bisa, Indonesia menang,” jelasnya.

Menurut Mari Elka, baik mentol maupun kretek sama-sama bukan tembakau murni, melainkan campuran daun perasa dengan tembakau. Karena itu, perlakuan berbeda terhadap dua produk tersebut tidak memiliki dasar yang sah.

Meski Indonesia dinyatakan menang di WTO, AS pada praktiknya tidak sepenuhnya mematuhi putusan tersebut. “Secara aturan mereka seharusnya mencabut larangan itu. Tapi, karena ini negara besar, larangan tidak pernah benar-benar dicabut. Indonesia akhirnya hanya mendapat hak retaliasi dan membuat kesepakatan tertentu,” katanya.

Namun demikian, Mari Elka menilai kemenangan tersebut tetap penting secara prinsip. “Bagi kami, kalah menang itu urusan lain. Yang penting Indonesia fight untuk prinsip. Amerika jelas melanggar asas non-diskriminasi,” tegasnya.

Dia menilai kasus kretek menjadi contoh nyata bagaimana Indonesia First dijalankan dalam diplomasi ekonomi global. Dia juga menyoroti bahwa WTO saat ini semakin melemah, terutama akibat tekanan dari negara-negara besar.

“Dulu WTO memungkinkan negara seperti Indonesia melawan Amerika. Sekarang instrumen itu makin dilemahkan, terutama oleh Amerika sendiri,” ujarnya.

Menurut dia, pengalaman ini relevan dengan tantangan Indonesia hari ini dalam menghadapi berbagai standar dan parameter internasional yang kerap tidak adil, termasuk diskriminasi terhadap produk unggulan nasional.

“Kalau parameter internasional itu tidak adil seperti sawit atau kretek, maka kita harus fight,” kata Mari Elka.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Rekomendasi
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved