Perkuat Integrasi Data Mangrove, Kemenhut Luncurkan Platform MANDARA

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:22 WIB
loading...
Perkuat Integrasi Data...
Kementerian Kehutanan meluncurkan Platform MANDARA sebagai sistem integrasi data mangrove nasional guna mendukung perencanaan dan pelaksanaan rehabilitasi pesisir secara terukur dan berkelanjutan di Jakarta, Selasa (10/2/2026). Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Kementerian Kehutanan meluncurkan Platform Mangrove Data Nusantara (MANDARA) sebagai sistem integrasi data mangrove nasional guna mendukung perencanaan dan pelaksanaan rehabilitasi pesisir secara terukur dan berkelanjutan. Peluncuran dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

MANDARA dirancang untuk menghimpun, memverifikasi, dan mengintegrasikan data mangrove dari berbagai sumber agar menjadi satu referensi nasional yang akurat dan mutakhir. “Dengan MANDARA, kita mengakhiri era data yang berbeda-beda dan bergerak menuju satu sistem terintegrasi sebagai dasar pengambilan kebijakan,” kata Direktur Jenderal PDASRH Dyah Murtiningsih. Baca juga: Menhut Tekankan Peran Mangrove bagi Ekologi dan Ekonomi Pesisir

Menurut Dyah, fragmentasi data selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam pengelolaan mangrove secara optimal. Perbedaan sumber dan metode pendataan kerap menyulitkan perencanaan rehabilitasi yang tepat sasaran. “Melalui MANDARA, seluruh pemangku kepentingan menggunakan rujukan data yang sama sehingga perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi rehabilitasi mangrove dapat berjalan lebih sinkron dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menegaskan penguatan sistem data merupakan fondasi penting dalam mendukung perlindungan pesisir dan mitigasi perubahan iklim . Data yang kuat, kata dia, akan menghasilkan kebijakan yang tepat dan berdampak nyata bagi masyarakat. “Data yang kredibel akan melahirkan kebijakan yang tepat, rehabilitasi yang efektif, dan keberlanjutan ekosistem mangrove,” ujarnya.

Pengembangan MANDARA merupakan bagian dari upaya reformasi tata kelola kehutanan berbasis digital yang terus diperkuat Kementerian Kehutanan. Platform tersebut tidak hanya berfungsi sebagai basis data, tetapi juga sebagai instrumen transparansi dan akuntabilitas pengelolaan mangrove.

“Ke depan, MANDARA akan terus kami kembangkan agar mampu menjawab kebutuhan perencanaan di tingkat nasional, daerah, hingga tapak. Sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui sistem informasi yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengelolaan mangrove membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat pesisir. “MANDARA menjadi ruang bersama bagi seluruh pihak untuk berkontribusi dalam menjaga mangrove Indonesia sebagai benteng alami pesisir dan aset penting pembangunan berkelanjutan,” tandasnya.

Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan Nikolas Nugroho Sujobasuindro mengatakan kehadiran MANDARA akan memperkuat pelaksanaan rehabilitasi mangrove di lapangan. Mulai dari tahap perencanaan hingga monitoring dan evaluasi. “MANDARA membantu kami memastikan lokasi rehabilitasi, luasan, jenis kegiatan, serta capaian di lapangan dapat dipantau secara lebih akurat dan transparan,” katanya. Baca juga: Hashim Sebut Bencana Sumatera Kombinasi Perubahan Iklim dan Ulah Manusia

Ia menambahkan bahwa integrasi data melalui MANDARA juga memudahkan sinkronisasi program rehabilitasi mangrove yang didanai melalui APBN maupun skema non-APBN, termasuk kerja sama dengan mitra pembangunan dan dunia usaha. “Dengan data yang terintegrasi, rehabilitasi mangrove dapat dilakukan secara lebih terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Peluncuran platform ini sekaligus mendukung Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra pembangunan, lembaga riset, dan masyarakat. Kementerian Kehutanan optimistis MANDARA akan memperkuat tata kelola mangrove nasional dalam mendukung perlindungan pesisir, mitigasi perubahan iklim, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhut-YKAN Perkuat...
Kemenhut-YKAN Perkuat Transformasi Pengelolaan Hutan Berbasis Sains dan Data
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Indonesia-AS Perkuat...
Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Produk Kehutanan Berbasis Keberlanjutan
Indonesia dan Republik...
Indonesia dan Republik Kongo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Pertemuan Bilateral,...
Pertemuan Bilateral, FAO Sebut RI Mitra Kehutanan Paling Strategis di Dunia
Kemenhut-ITTO Perkuat...
Kemenhut-ITTO Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Hutan Lestari dan Industri Kayu Tropis
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Rekomendasi
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Berita Terkini
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved