Rudal QW-3, Alutsista Canggih Andalan Batalyon Arhanud 21 Pasgat
Kamis, 12 Februari 2026 - 07:51 WIB
loading...
A
A
A
Kecanggihan rudal tersebut juga didukung dengan mobilitas yang tinggi menggunakan kendaraan taktis (rantis) P6 Atav 4x4. Kendaraan ini didesain untuk bergerak cepat membawa rudal tersebut menuju titik penembakan, terutama di medan-medan sulit seperti area berlumpur atau berbatu yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan biasa.
![Rudal QW-3, Alutsista Canggih Andalan Batalyon Arhanud 21 Pasgat]()
"Kendaraan ini untuk memudahkan dan mempercepat pergerakan. Kalau kita infanteri (jalan kaki) kan lama menuju spot penembakan," kata Penembak Rudal Atav P6, Serda Andhy Kristanto.
Kendaran tersebut memiliki kapasitas empat personel yang terdiri dari pengemudi, komandan pucuk, penembak (gunner), dan pembantu penembak. Nantinya, saat mencapai titik sasaran, penembak akan segera mengambil posisi di atas tripod yang terpasang di kendaraan dan penembak akan berkoordinasi terkait titik kunci sasaran.
"Kursinya sendiri tersedia empat seat, pertama driver, kedua komandan pucuk, berikutnya gunner atau petembak, dan terakhir pembantu petembak," ucap dia.
Proses penembakan tidak dilakukan sembarangan, tetapi melalui integrasi data dari radar Smart Hunter berupa radar yang akan memberikan informasi koordinat arah datangnya ancaman kepada unit penembak. Jika sasaran belum terlihat secara visual, komunikasi intens dilakukan melalui alat GAU agar penembak bisa bersiap mengarahkan moncong rudal ke koordinat yang diberikan.
"Kita dapat tangkapan dari Smart Hunter dari arah mana datangnya, kemudian kita arahkan ke sana, ke koordinat tersebut. Kalau sudah mencapai jarak tembak, baru kita tembakkan," ungkap Serda Andhy Kristanto.

"Kendaraan ini untuk memudahkan dan mempercepat pergerakan. Kalau kita infanteri (jalan kaki) kan lama menuju spot penembakan," kata Penembak Rudal Atav P6, Serda Andhy Kristanto.
Kendaran tersebut memiliki kapasitas empat personel yang terdiri dari pengemudi, komandan pucuk, penembak (gunner), dan pembantu penembak. Nantinya, saat mencapai titik sasaran, penembak akan segera mengambil posisi di atas tripod yang terpasang di kendaraan dan penembak akan berkoordinasi terkait titik kunci sasaran.
"Kursinya sendiri tersedia empat seat, pertama driver, kedua komandan pucuk, berikutnya gunner atau petembak, dan terakhir pembantu petembak," ucap dia.
Proses penembakan tidak dilakukan sembarangan, tetapi melalui integrasi data dari radar Smart Hunter berupa radar yang akan memberikan informasi koordinat arah datangnya ancaman kepada unit penembak. Jika sasaran belum terlihat secara visual, komunikasi intens dilakukan melalui alat GAU agar penembak bisa bersiap mengarahkan moncong rudal ke koordinat yang diberikan.
"Kita dapat tangkapan dari Smart Hunter dari arah mana datangnya, kemudian kita arahkan ke sana, ke koordinat tersebut. Kalau sudah mencapai jarak tembak, baru kita tembakkan," ungkap Serda Andhy Kristanto.
Lihat Juga :